Seagulling merupakan istilah yang muncul di kalangan anak muda untuk menggambarkan perilaku beracun dalam hubungan, yang dianggap lebih merugikan dibandingkan ghosting. Istilah ini mengacu pada tindakan seseorang yang tiba-tiba menghubungi mantan atau orang yang pernah dekat, hanya untuk memberikan harapan palsu sebelum menghilang kembali.
Perilaku seagulling sering kali meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Mereka mungkin merasa bingung dan terluka akibat interaksi yang tidak konsisten. Menurut beberapa ahli hubungan, seagulling dapat menciptakan ketidakpastian yang berkepanjangan dan berpotensi merusak kepercayaan diri seseorang. "Orang yang dihubungi mungkin berpikir ada peluang untuk rekonsiliasi, tetapi kemudian dibiarkan tanpa penjelasan," jelas seorang psikolog. Hal ini menunjukkan bahwa seagulling bukan hanya sekedar masalah komunikasi, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan mental individu yang terlibat.
Dengan meningkatnya kesadaran akan istilah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dampak dari perilaku seagulling. Para ahli mendorong individu untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi, serta mengedukasi diri tentang dinamika hubungan yang sehat. Perkembangan selanjutnya dalam diskusi ini diharapkan dapat membantu orang lain mengenali dan menghindari perilaku beracun dalam hubungan mereka.