Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Mengenal Dampak Kanker Serviks Stadium Lanjut pada Kesehatan Wanita

Kanker serviks dapat berdampak serius pada kesehatan wanita, terutama ketika memasuki stadium lanjut. Gejala yang muncul bisa mengindikasikan penyebaran kanker yang lebih luas.

A
Aryani Sarasvati
22 June 2026 7 pembaca
Foto: Ilustrasi kanker serviks (Getty Images/iStockphoto/pepifoto)
Foto: Ilustrasi kanker serviks (Getty Images/iStockphoto/pepifoto)

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang dimulai dari permukaan serviks atau leher rahim, dengan infeksi HPV (human papillomavirus) sebagai penyebab utama hampir semua kasusnya. Virus ini menyebar melalui hubungan seksual dan sering kali tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut.

Stadium Kanker Serviks

Kanker serviks memiliki empat stadium yang berbeda. Pada stadium 1, kanker masih terbatas di leher rahim dan belum menyebar. Stadium 1A menunjukkan pertumbuhan kanker yang sangat kecil, sementara stadium 1B menunjukkan ukuran kanker yang lebih besar tetapi tetap di jaringan serviks. Pada stadium 2, kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitar leher rahim, tetapi belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina. Stadium 3 menunjukkan penyebaran kanker ke bagian bawah vagina, dinding panggul, dan kelenjar getah bening. Stadium 4 berarti kanker telah menyebar ke area di luar panggul, termasuk organ-organ lain seperti paru-paru.

Gejala Kanker Serviks Stadium Lanjut

Ketika kanker serviks memasuki stadium lanjut, beberapa gejala dapat muncul. Salah satunya adalah keputihan tidak normal yang bisa berwarna dan berbau. Menurut Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp. Onk, keputihan yang berwarna dan berbau menandakan adanya infeksi atau kanker. "Nah yang parah itu kalau sudah berbau, merah, itu berarti apa? Udah kanker," ujarnya.

Selain itu, perdarahan saat berhubungan intim dan nyeri juga bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar dari leher rahim ke jaringan sekitarnya. Kanker serviks juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keluarnya feses dari vagina atau kebocoran saluran kemih, yang menunjukkan bahwa kanker telah menembus dinding antara rahim dan saluran pencernaan atau saluran kemih. "Tambah lagi kalau (kanker) ke depan, (kena) saluran kencing, bocor, ngompol terus. Itu sudah stadium 4A atau 4B," tambahnya.

Metode Diagnostik Kanker Serviks

Beberapa metode yang digunakan untuk mendiagnosis kanker serviks meliputi Pap Smear, skrining dengan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), dan tes HPV DNA. Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker, dan direkomendasikan untuk wanita mulai usia 21 tahun setiap tiga tahun sekali. Skrining IVA dilakukan dengan mengoleskan larutan asam asetat pada leher rahim, dan jika muncul bercak putih, itu dapat menunjukkan adanya perubahan sel. Tes HPV DNA digunakan untuk mendeteksi strain HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks, dan dapat dilakukan mulai usia 30 tahun dengan skrining setiap 5-10 tahun.

// Artikel Terkait