JAKARTA, iNews.id - Mengatasi kecanduan media sosial bukanlah hal yang mudah, terutama bagi individu yang sudah terbiasa menghabiskan waktu lama untuk menggulir konten, memeriksa notifikasi, atau mengikuti berita terbaru. Untuk memaksimalkan proses detoksifikasi dari media sosial, terdapat tiga aktivitas yang dapat dilakukan, yaitu olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa mengurangi penggunaan media sosial memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari berbagai rangsangan digital. Ia menekankan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan overstimulasi, yang pada akhirnya dapat memicu kecemasan dan kelelahan mental.
Durasi Detoks yang Tepat
“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental. Durasi detoks yang optimal bervariasi antar penelitian, namun sebagian menyebutkan durasi satu sampai dua minggu,” ungkap dr. Adam.
Aktivitas Alternatif untuk Detoksifikasi
Detoks media sosial tidak hanya berarti berhenti membuka aplikasi. Waktu yang biasanya dihabiskan untuk menggulir konten harus dialihkan ke aktivitas lain agar individu tidak kembali ke kebiasaan lama. dr. Adam merekomendasikan aktivitas offline untuk mendapatkan manfaat detoks media sosial secara lebih efektif. Ada tiga kegiatan yang dapat dilakukan selama mengurangi penggunaan media sosial.