Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Mengapa Lutut Mengeluarkan Suara 'Krek'? Ini Penjelasan dari Dokter

Bunyi 'krek' atau 'klik' pada lutut saat bergerak sering kali menimbulkan kekhawatiran, tetapi seorang dokter menjelaskan bahwa hal ini tidak selalu menandakan adanya masalah serius.

R
Reza Mahendra
05 August 2026 54 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Nattakorn Maneerat
Foto ilustrasi: Getty Images/Nattakorn Maneerat

Jakarta - Apakah Anda pernah mendengar suara 'krek' atau 'klik' saat berdiri dari kursi, naik tangga, atau saat berjongkok? Bunyi ini sering kali menimbulkan rasa panik dan dianggap sebagai tanda awal dari pengeroposan atau pengapuran tulang. Namun, apakah kondisi ini berbahaya?

Dokter spesialis ortopedi dari Apollo Hospitals Jayanagar, India, dr Rohit Puri, menjelaskan bahwa suara yang muncul dari lutut tidak selalu menunjukkan adanya penyakit serius. Dalam banyak situasi, suara tersebut merupakan respons fisiologis yang normal dari tubuh. "Suara yang keluar dari lutut tidak selalu menandakan adanya penyakit atau kelainan. Ada beberapa suara yang dapat terjadi sebagai bagian dari proses fisiologis normal," ungkap dr Puri.

Penyebab Suara Krek pada Lutut

Fenomena yang dikenal sebagai crepitus ini biasanya disebabkan oleh pelepasan gelembung gas nitrogen atau karbon dioksida yang terdapat dalam cairan pelumas sendi. Ketika lutut ditekuk atau diregangkan, gelembung tersebut pecah dan menghasilkan bunyi letupan. Selain itu, pergerakan tendon dan ligamen yang bergeser di atas tulang juga dapat memicu suara serupa.

Hal senada juga disampaikan oleh dr Pankaj Walecha, Direktur di Robotic Knee and Minimally Invasive Hip Replacement Sarvodaya Hospital. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merasa terlalu cemas selama bunyi tersebut tidak disertai keluhan lain. "Dalam kebanyakan kasus, suara-suara ini sepenuhnya tidak berbahaya, terutama jika tidak disertai rasa nyeri, pembengkakan, atau keterbatasan gerak," jelasnya.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Meskipun banyak kasus tergolong aman, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. dr Puri menekankan bahwa bunyi pada lutut bisa menjadi tanda adanya masalah medis jika disertai dengan gejala tertentu. Gejala yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Rasa nyeri atau sakit yang tajam.
  • Pembengkakan di area sekitar sendi.
  • Sendi terasa mengunci atau locking, sehingga sulit diluruskan.
  • Lutut terasa tidak stabil, mudah 'lemas', atau seperti mau 'copot'.

Kondisi tersebut dapat menunjukkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti osteoarthritis (pengapuran sendi), cedera meniskus, kerusakan ligamen, hingga serpihan tulang rawan yang tersangkut di sendi.

dr Walecha juga mengklarifikasi kesalahpahaman bahwa bunyi pada lutut menunjukkan tulang yang semakin rapuh. Ia menjelaskan bahwa suara tersebut berasal dari pergerakan jaringan lunak atau cairan sendi, bukan akibat gesekan antar tulang yang mengikis.

Untuk menjaga kesehatan sendi lutut dalam jangka panjang, ia memberikan beberapa saran praktis, seperti menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada lutut, menghindari duduk terlalu lama tanpa bergerak, rutin berolahraga dengan aktivitas low-impact seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, serta memperkuat otot paha, pinggul, dan core untuk mendukung postur tubuh.

Jika bunyi lutut terus berlanjut dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah kerusakan sendi yang lebih serius.

// Artikel Terkait