Jakarta - Konten yang dibagikan oleh selebgram Fahira Almira mengenai pengalamannya berobat di Penang, Malaysia, menjadi viral. Fahira mengungkapkan bahwa dia didiagnosis mengalami usus buntu di rumah sakit Indonesia, namun hasil pemeriksaan di rumah sakit Malaysia menunjukkan sebaliknya.
Penyebab Perbedaan Diagnosis
Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, seorang spesialis penyakit dalam yang juga merupakan konsultan gastroenterologi dan hepatologi, menjelaskan bahwa kondisi usus buntu, atau yang dikenal dengan istilah appendicitis, tidak selalu berada dalam fase akut saat pasien menjalani pemeriksaan ulang. Gejala yang awalnya muncul dengan tajam bisa saja mereda setelah mendapatkan perawatan, bahkan dalam waktu beberapa minggu.
"Bahkan, jangankan 3 bulan, mungkin dalam 2-3 minggu kalau kondisinya membaik, maka gejala akutnya sudah hilang. Tapi bisa saja pasien masih ada dalam fase apendisitis kronis," jelasnya.
Kondisi Pasien saat Pemeriksaan
Menurut Prof Ari, apendisitis kronis dapat mengalami kekambuhan akut sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kondisi pasien saat pemeriksaan pertama kali mungkin berbeda dengan pemeriksaan berikutnya. "Jadi memang kurang pas juga kalau dibilang pasien bisa naik pesawat, kemudian bisa berobat ke rumah sakit di sana, jalan kaki, segala macam, dinyatakan sebagai kondisi yang akut. Jadi memang bisa saja pada saat datang sudah kondisinya tidak akut lagi," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Sudah mungkin kronis kalau diperiksa pun juga tidak terbukti lagi adanya infeksi." Mengenai penanganan usus buntu, tidak semua kasus harus diakhiri dengan tindakan operasi. Dalam beberapa situasi, seperti saat pasien menolak untuk dioperasi, dokter dapat memberikan antibiotik dan pereda nyeri untuk membantu mengatasi peradangan.
Namun, pilihan ini juga memiliki risiko dan tidak selalu menjamin penyembuhan. "Bisa saja akhirnya pasien itu tidak jadi dioperasi," kata Prof Ari. Jika pengobatan berhasil, kondisi pasien bisa membaik dan gejala mereda. Namun, jika tidak, peradangan dapat berujung pada perforasi atau kebocoran pada usus buntu hingga menyebabkan perlengketan.