Jakarta, CNN Indonesia -- Pengembang game Wooga mengajak para pemain untuk berpartisipasi dalam pencarian artefak bersejarah dari Perang Revolusi Amerika Serikat melalui permainan berbasis virtual. Inisiatif ini bertujuan untuk memicu penemuan nyata di dunia nyata.
Permainan yang dimaksud adalah 'June's Journey', sebuah game teka-teki yang mengusung tema pencarian objek tersembunyi. Dalam permainan ini, pemain akan berperan sebagai June Parker, seorang detektif amatir yang ditugaskan untuk memecahkan berbagai teka-teki kejahatan. Sejak diluncurkan, game gratis ini telah diunduh lebih dari 50 juta kali di Google Play Store.
Kerja Sama dengan Sejarawan dan Museum
Wooga melakukan kolaborasi dengan sejarawan, museum, galeri seni, serta keturunan pemilik artefak untuk mengintegrasikan benda-benda bersejarah yang hilang ke dalam permainan dalam jangka waktu tertentu. Beberapa artefak yang dimasukkan ke dalam game ini antara lain:
- Medali Pertempuran Cowpens (abad ke-18): Penghargaan untuk Jenderal Daniel Morgan atas kemenangannya melawan pasukan Inggris di Carolina Selatan pada tahun 1781. Medali ini hilang setelah dicuri dari brankas bank pada tahun 1818 dan tidak pernah terlihat lagi selama lebih dari 200 tahun.
- Lambang Kerajaan Raja George III: Sebagian dari lambang ini pernah dipasang di Gereja Christ Church, Philadelphia. Dua pertiga bagiannya diyakini hancur saat revolusi, sementara sepertiga sisanya masih tersimpan di gereja tersebut.
- Meriam berukir Saratoga: Salah satu dari dua meriam yang disita ketika Pasukan Inggris menyerah pada tahun 1777, dan hilang pada tahun 1813 setelah perebutan wilayah Ogdensburg.
Selain artefak tersebut, terdapat juga objek lain yang dimasukkan, seperti topi militer berhiaskan tiga bulu burung unta, kain sulam bersejarah yang menggambarkan kediaman Jenderal William Alexander (Lord Stirling), serta jas militer merah milik tentara Inggris.
Inspirasi dari Kisah Nyata
Ben O'Donnell, sutradara game 'June's Journey', mengungkapkan bahwa ide untuk permainan ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang terjadi pada tahun 2009. Saat itu, sejarawan seni asal Hungaria, Gergely Barki, sedang menonton film anak-anak 'Stuart Little' (1999) bersama putrinya dan terkejut melihat lukisan 'Sleeping Lady with Black Vase' karya Robert Bereny yang menjadi latar belakang salah satu adegan film tersebut. Lukisan langka ini telah hilang selama puluhan tahun.
Wooga juga menggandeng Don Hagist, seorang sejarawan dan editor Journal of the American Revolution, untuk merancang program ini. Jika ada pemain atau masyarakat yang merasa menemukan atau memiliki benda yang mirip dengan artefak tersebut, mereka dapat mengirimkan bukti melalui saluran khusus yang disediakan. Don Hagist dan tim pakar akan memverifikasi keaslian temuan tersebut.
O'Donnell menjelaskan, "Beberapa benda ini mungkin tidak selalu dicuri secara kriminal, melainkan hanya tersimpan di loteng rumah warga atau museum kota kecil tanpa disadari nilainya. Kami ingin mengedukasi publik mengenai sejarah dan bentuk benda-benda ini—siapa tahu hal itu bisa mengingatkan seseorang."
Pakar kejahatan seni internasional, Arthur Brand, memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif ini. Ia berpendapat bahwa publikasi dari game populer seperti ini dapat memicu minat masyarakat umum serta generasi muda terhadap sejarah, sekaligus membuka peluang untuk menemukan kembali benda-benda bersejarah yang telah lama hilang.