DILI - Dalam upaya memperkuat peran perempuan dalam politik, Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas politisi perempuan di Timor Leste melalui kerja sama kaderisasi kepartaian yang melibatkan beberapa negara. Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam konferensi pers yang berlangsung setelah ia menerima penghargaan dari pemerintah Timor Leste di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, pada hari Kamis, 9 Juli.
Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dan Presiden José Ramos-Horta. Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengungkapkan bahwa ia mendengar langsung aspirasi dari para perempuan di Timor Leste mengenai pentingnya pendidikan politik. “Tadi ibu-ibu ada yang mengatakan, 'Ibu, cepat bikin kursus buat ibu-ibu perempuan partai.' Oke, saya bilang saya senang sekali,” ungkap Megawati.
Pelatihan Kepemimpinan untuk Perempuan
Megawati menegaskan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siap menyediakan pelatihan kepemimpinan strategis bagi perempuan di Timor Leste, agar mereka dapat tampil dengan percaya diri dalam pengambilan keputusan di tingkat tertinggi negara. Sebagai contoh, Megawati memperkenalkan Bintang Puspayoga, Ketua DPP PDIP, yang mendampingi dirinya di Dili. Dia menjelaskan bahwa Bintang aktif dalam program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk perempuan di Indonesia.
Pola pemberdayaan berbasis ekonomi domestik ini dianggap sangat relevan untuk diterapkan oleh para perajin kain tenun tradisional Tais di Timor Leste, dengan tujuan agar mereka dapat mandiri secara ekonomi dan memasuki pasar internasional. Komitmen terhadap pemberdayaan ini diperkuat oleh pernyataan positif dari Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.
Inspirasi bagi Seluruh Rakyat
Xanana Gusmão menyatakan bahwa kehadiran dan pemikiran Megawati memberikan dampak yang mendalam bagi perjalanan bangsa Timor Leste. “Ibu Megawati ini adalah contoh untuk semua perempuan di Timor Leste, agar jangan berpikiran kecil-kecil setiap harinya,” kata Xanana. Ia juga menekankan bahwa keteladanan Megawati tidak hanya ditujukan bagi perempuan, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Timor Leste tanpa memandang gender.
“Semua aspek kehidupan. Inilah, ya, bukan hanya perempuan, perempuan Timor Leste, tetapi juga laki-laki, itu kita harus belajar dari Ibu ini,” lanjutnya, menekankan pentingnya mentalitas mandiri yang selalu ditekankan oleh Megawati. Sebelum konferensi pers dimulai, suasana di Istana Kepresidenan menjadi ramai ketika sejumlah politisi perempuan Timor Leste mendekati Megawati untuk meminta berfoto bersamanya.
Melihat momen tersebut, Xanana Gusmão pun beraksi dengan cara yang lucu. Alih-alih memanggil fotografer resmi, ia mendekati kerumunan dan mengangkat sebungkus rokok seolah-olah itu adalah kamera, sambil berpura-pura menekan tombol rana dengan bungkus rokok tersebut, menciptakan suasana ceria di antara para hadirin.