Wednesday, 10 June 2026
Finansial

Mendorong Kewirausahaan Muda untuk Mencapai Status Negara Maju

Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dan status negara maju. Kolaborasi lintas sektor dianggap penting untuk mewujudkan aspirasi kewirau...

R
Reza Mahendra
10 May 2026 13 pembaca
Mendorong Kewirausahaan Muda untuk Mencapai Status Negara Maju
Ilustrasi pengusaha muda. [Envato]
suara.com Sumber: suara.com

Indonesia memerlukan peningkatan jumlah pengusaha muda untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen serta untuk meraih status sebagai negara maju. Calon Ketua Umum BPP Hipmi, Jona, menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor guna merealisasikan aspirasi kewirausahaan bagi 70 juta anak muda di tanah air.

Pentingnya Kewirausahaan Muda

Rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju, yang rata-rata memiliki lebih dari 4 persen pengusaha dari total populasi. Jona berpendapat bahwa menciptakan lebih banyak pengusaha muda merupakan langkah krusial untuk memperbaiki kondisi ekonomi, terutama bagi generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 70 juta anak muda di Indonesia yang berkeinginan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kewirausahaan.

“Mimpi mereka hari ini, adalah mimpi saya 15 tahun yang lalu,” ungkapnya. Menurut Jona, kewirausahaan adalah salah satu cara strategis untuk mengubah nasib sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama lintas organisasi dan daerah agar lebih banyak pengusaha muda dapat lahir di Indonesia.

Kolaborasi untuk Mencapai Target Ekonomi

Jona menegaskan, “Tapi saya tidak bisa bergerak sendirian. Saya butuh dukungan dari teman-teman BPD, BPC, Hipmi Perguruan Tinggi, dan seluruh kader Hipmi untuk bersama-sama mewujudkan mimpi 70 juta anak muda Indonesia.” Ia juga mengaitkan pentingnya menciptakan pengusaha muda dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya akan sulit tercapai tanpa kolaborasi dan penguatan kapasitas pengusaha muda di berbagai sektor ekonomi.

Oleh karena itu, Hipmi diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi pengusaha muda yang inklusif dan mampu bersaing secara global, menuju visi Indonesia Emas 2045. Selain memperkuat kaderisasi pengusaha muda, sejumlah agenda strategis juga menjadi fokus, seperti penguatan UMKM di sektor pertanian, swasembada energi, hilirisasi industri, serta perluasan akses pembiayaan usaha.

Salah satu usulan yang muncul adalah meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar, agar UMKM memiliki lebih banyak ruang untuk berkembang. “Perlu diperjuangkan agar UMKM punya ruang pembiayaan lebih besar untuk tumbuh dan naik kelas,” tegas Jona.

Selain itu, kemudahan akses kredit juga dinilai sangat penting, mengingat banyak pelaku UMKM yang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan akibat persyaratan perbankan yang dianggap terlalu ketat. “Solusinya menaikkan limit, sekaligus menyederhanakan persyaratan,” katanya.

Peningkatan kapasitas pengusaha muda juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) agar UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menembus pasar global.

// Artikel Terkait