Ketua Sukarelawan Jaringan Nasional (Jarnas) for Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, merespons kritik yang dilontarkan oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Nasarudin menekankan bahwa kritik tersebut sebaiknya dilihat dengan sudut pandang yang lebih objektif, terutama di tengah situasi ketidakpastian global.
Ia menekankan bahwa pemerintahan Prabowo merupakan kelanjutan dari pembangunan nasional yang telah diletakkan oleh Jokowi. “Kami sangat bangga dengan Pak Jokowi dan hari ini dilanjutkan oleh Pak Prabowo. Keberlanjutan pembangunan itu penting agar arah pembangunan nasional tetap terjaga,” ungkap Nasarudin pada Selasa (12/5).
Stabilitas di Tengah Tekanan Global
Nasarudin mengakui bahwa tekanan geopolitik dan ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia, cukup berat. Namun, ia meyakini bahwa pemerintah telah berhasil menjaga stabilitas. “Pemerintah melalui tim ekonomi yang solid berhasil menjaga stabilitas, termasuk harga BBM subsidi yang tidak naik dan kebutuhan pokok masyarakat yang masih relatif terjangkau,” ujarnya.
Evaluasi Program MBG
Berkenaan dengan program MBG, Nasarudin mengakui bahwa implementasinya masih memerlukan perbaikan. Meski begitu, ia mengklaim bahwa program tersebut telah mulai memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. “Program MBG tentu masih memerlukan evaluasi dan penyempurnaan. Namun, program ini sudah mulai menggerakkan ekonomi rakyat, terutama sektor pangan dan pelaku usaha kecil dalam rantai distribusi,” jelasnya.
Dengan penekanan pada keberlanjutan pembangunan dan stabilitas ekonomi, Jarnas for Prabowo-Gibran berharap agar semua pihak dapat melihat situasi dengan lebih objektif dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.