Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Membedakan Jantung Berdebar karena Kecemasan dan Aritmia

Jantung yang berdebar kencang sering kali menimbulkan kekhawatiran akan gangguan jantung, namun hal ini tidak selalu menunjukkan masalah serius. Kecemasan dapat menjadi salah satu penyebab utama dari...

D
Dimas Adhyaksa Putra
11 August 2026 57 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Remains)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Remains)

Jakarta - Apakah Anda pernah mengalami jantung berdebar dengan cepat dalam situasi tertentu? Kondisi ini sering kali memicu rasa panik dan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya gangguan pada jantung, termasuk aritmia. Namun, penting untuk diketahui bahwa jantung berdebar tidak selalu menjadi indikasi adanya masalah serius pada organ tersebut. Salah satu penyebab yang paling umum adalah kecemasan atau anxiety. Lantas, bagaimana cara membedakan antara jantung berdebar akibat kecemasan dan aritmia?

Pentingnya Memahami Penyebab Jantung Berdebar

Menurut dr. Simon Salim, seorang Spesialis Penyakit Dalam dengan Subspesialisasi Kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, jantung berdebar tidak selalu berarti aritmia. Ada beberapa jenis aritmia yang tidak disertai dengan gejala berdebar. "Jadi ansietas bisa bikin berdebar tanpa aritmia, ansietas juga bisa bikin aritmia tanpa berdebar, ansietas juga bisa bikin aritmia plus berdebar," jelasnya dalam sebuah wawancara.

Memahami Aritmia dan Gejalanya

Aritmia sendiri merupakan gangguan pada irama jantung yang disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung. Denyut jantung dapat menjadi terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau bahkan tidak teratur. Beberapa jenis aritmia mungkin tidak berbahaya, namun ada juga yang dapat menimbulkan risiko serius jika mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah dengan baik. "Karena tidak semua aritmia itu berdebar. Kan berdebar itu perasaan, aritmia itu penemuan objektif dari rekam listrik jantung. Ansietas bisa bikin aritmia, ansietas bisa bikin berdebar," tambah dr. Simon.

Untuk memastikan apakah debaran jantung tersebut merupakan tanda dari aritmia, dr. Simon menegaskan perlunya melakukan pemeriksaan, setidaknya dengan menggunakan Elektrokardiogram (EKG) yang berlangsung selama 24 jam.

// Artikel Terkait