Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Memahami Perbedaan Antara Sensasi Berdebar dan Aritmia Jantung

Sensasi berdebar di dada sering kali disalahartikan sebagai tanda penyakit aritmia. Namun, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang signifikan menurut penjelasan seorang dokter spesialis.

N
Nabila Safira Putri
14 August 2026 6 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong
Foto ilustrasi: Getty Images/Chinnapong

Jakarta - Banyak orang menganggap sensasi berdebar di dada sebagai indikasi pasti adanya aritmia atau masalah pada irama jantung. Namun, apakah benar kedua kondisi ini identik? Dr. Simon Salim, seorang spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, menjelaskan bahwa berdebar dan aritmia adalah dua hal yang berbeda dalam konteks medis.

“Berdebar itu adalah keluhan subjektif. Sedangkan aritmia itu adalah penemuan objektif dari dokter,” jelas dr. Simon dalam tayangan detikSore pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa aritmia berarti adanya gangguan pada irama jantung, yang bisa terjadi dengan kecepatan lebih cepat atau lebih lambat dari normal. “Kalau berdebar beda lagi, berdebar kan memang perasaan,” lanjutnya.

Aritmia dan Pentingnya Pemeriksaan Medis

Dr. Simon menegaskan bahwa tidak semua sensasi berdebar disebabkan oleh aritmia. Bahkan, orang yang mengalami aritmia tidak selalu merasakan gejala berdebar. Ia menjelaskan bahwa aritmia merupakan kelompok penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem listrik jantung. “Aritmia ini terdiri dari berbagai macam penyakit yang semua dikategorikan dalam aritmia. Oleh karena itu, aritmia harus dibuktikan dengan rekaman listrik jantung (EKG), karena memang ini adalah gangguan listrik jantung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Simon mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan aritmia yang tidak menunjukkan gejala. Ketiadaan rasa sakit atau berdebar tidak menjamin bahwa kondisi jantung seseorang aman. “Jadi kita enggak bisa menyatakan karena ada gejala berdebar dia pasti lebih berbahaya. Kita harus membedakan aritmia yang mengganggu kehidupan sehari-hari dengan aritmia yang berpotensi berbahaya. Nah, itu baru ketahuannya setelah biasanya kita melakukan pemeriksaan-pemeriksaan,” jelasnya.

Gejala Aritmia yang Perlu Diketahui

Walaupun beberapa kasus aritmia muncul tanpa gejala, dr. Simon menyebutkan beberapa tanda yang sering dikeluhkan oleh pasien dengan gangguan irama jantung. Selain sensasi berdebar, penderita aritmia sering mengalami gejala fisik lainnya, seperti:

  • Tubuh terasa lemas: Hal ini terjadi akibat aliran darah dan oksigen dari jantung tidak terpompa secara optimal ke seluruh tubuh.
  • Mudah lelah: Penderita merasa sangat capek meskipun hanya melakukan aktivitas harian yang ringan.
  • Rasa hampir pingsan-hilang kesadaran: Kondisi ini dapat terjadi saat irama jantung berdetak terlalu lambat atau cepat secara mendadak, sehingga suplai darah ke otak menurun drastis.

“Yang paling banyak (gejala) memang berdebar, berdebar merupakan salah satu gejala dari aritmia. Nah yang berikutnya adalah rasa lemas, mudah lelah, bahkan seperti pingsan,” ungkap dr. Simon. Untuk memastikan apakah sensasi berdebar yang dialami merupakan tanda aritmia yang berbahaya atau tidak, pemeriksaan medis diperlukan. Ia menganjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan rekam listrik jantung atau elektrokardiogram (EKG) di fasilitas kesehatan terdekat.

// Artikel Terkait