Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Memahami Andes Virus: Ancaman Baru di Tengah Isu Hantavirus

Andes virus menjadi topik hangat seiring dengan pemberitaan mengenai wabah hantavirus di kapal pesiar MV Honius. Virus ini merupakan salah satu dari banyak jenis hantavirus yang ada.

D
Dimas Adhyaksa Putra
09 May 2026 9 pembaca
Memahami Andes Virus: Ancaman Baru di Tengah Isu Hantavirus
Hantavirus merupakan umbrella term untuk sekelompok virus dalam family Hantaviridae. Andes virus termasuk di dalamnya. Foto: iStock

Jakarta - Andes virus kini banyak dibicarakan seiring dengan meningkatnya laporan mengenai wabah hantavirus di kapal pesiar mewah MV Honius. Namun, apakah Andes virus dan hantavirus yang sedang ramai dibahas itu sama?

Hantavirus adalah kelompok virus dari famili Hantaviridae yang mencakup berbagai jenis virus. Andes virus merupakan salah satu dari sekitar 40 jenis hantavirus yang telah diidentifikasi. Menurut Prof Dr dr Dominicus Husada, seorang ahli infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), "Virus hanta ini grupnya. Jadi isinya ada beberapa virus di dalamnya, dan hampir semuanya berkaitan dengan tikus."

Karakteristik Penularan Andes Virus

Prof Dominicus menjelaskan bahwa Andes virus menarik perhatian karena memiliki karakteristik penularan yang berbeda dibandingkan dengan sebagian besar hantavirus lainnya. "Virus Andes ini adalah satu-satunya anggota hantavirus yang sejauh ini diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak erat," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa penularan Andes virus dapat terjadi antara manusia, yang tidak umum untuk hantavirus lainnya.

Walaupun demikian, penularan Andes virus tidak terjadi dengan mudah. Menurut Prof Dominicus, kontak erat yang dimaksud biasanya terjadi pada individu yang berinteraksi dalam waktu yang cukup lama, seperti pasangan serumah atau rekan kerja yang berada dalam jarak dekat. Pertemuan singkat memiliki risiko penularan yang jauh lebih kecil.

Dia juga menekankan bahwa Andes virus sendiri belum terdeteksi di Indonesia. Kasus hantavirus yang ada di Indonesia umumnya berkaitan dengan paparan dari tikus, terutama melalui partikel yang berasal dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup.

Dampak Kesehatan dari Hantavirus

Meski berasal dari kelompok virus yang sama, jenis penyakit yang ditimbulkan oleh hantavirus bervariasi tergantung pada jenis virus dan lokasi penyebarannya. Prof Dominicus menjelaskan bahwa hantavirus di Amerika, termasuk Andes virus, lebih sering menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga gagal pernapasan. "Yang di Amerika sering menyebabkan HCPS," ujarnya.

HCPS atau HPS adalah infeksi hantavirus yang menyerang paru-paru dan dapat berujung pada gangguan pernapasan yang serius. Angka kematian akibat kondisi ini bisa mencapai 50 persen. Sebaliknya, hantavirus yang lebih umum di Eropa dan Asia biasanya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang lebih banyak menyerang ginjal dan disertai gejala perdarahan.

Gejala awal infeksi hantavirus sering kali tidak spesifik dan mirip dengan flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan lemas, sehingga infeksi ini sulit dikenali hanya dari gejalanya saja.

Potensi Pandemi Andes Virus

Di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan wabah baru, Prof Dominicus menilai bahwa Andes virus memiliki kemungkinan kecil untuk menyebabkan pandemi besar seperti COVID-19. Dia menjelaskan bahwa penularan Andes virus tidak mudah karena umumnya memerlukan kontak erat dalam waktu yang cukup lama, dengan tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak. "Kalau campak, satu orang bisa menularkan ke sekitar 18-19 orang. Kalau virus hanta ini sangat sedikit, bahkan mungkin tidak sampai lima," jelasnya.

Selain itu, hantavirus juga jarang mengalami mutasi dibandingkan dengan virus lain. "Virus hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2, influenza, atau HIV," ujarnya. Influenza memiliki tingkat mutasi sekitar 10 kali lebih tinggi dibandingkan SARS-CoV-2, sementara HIV bahkan sekitar 100 kali lebih tinggi.

Karena kemampuan mutasi dan penularan yang lebih rendah, Andes virus dianggap tidak mudah berkembang menjadi wabah besar seperti COVID-19. Namun, penting untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus serta kotorannya sebagai langkah pencegahan utama, mengingat sebagian besar penularan hantavirus berasal dari hewan pengerat.

// Artikel Terkait