Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada penyandang disabilitas. Perhatian tersebut terlihat dalam acara peresmian Istana Gebang, rumah masa kecil Proklamator Soekarno, yang berlangsung di Blitar dan sempat terlewatkan oleh banyak orang.
Politisi muda dari PDI Perjuangan, Muhammad Syaeful Mujab, menyampaikan bahwa dalam rangkaian acara tersebut, Megawati memperhatikan seorang pria penyandang disabilitas yang berdiri di sisi panggung. "Ada satu peristiwa yang luput dari perhatian saat peresmian Istana Gebang, rumah tempat Sang Proklamator Bung Karno menghabiskan masa kecilnya di Blitar kemarin," ungkap Mujab di Blitar pada Selasa (16/6).
Kepedulian yang Tercermin dalam Tindakan
Saat pertunjukan tari dimulai, Megawati melihat seorang pria yang menggunakan tongkat dan mengalami keterbatasan pada salah satu kakinya, berdiri di sisi kanan panggung sambil merekam acara. Menyaksikan hal tersebut, Megawati segera memanggil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan memberikan isyarat agar pria tersebut diberikan tempat duduk yang lebih nyaman. "Bu Mega memanggil Mas Hasto dan memberi kode agar bapak tersebut diberi kursi di sisi panggung," jelas Mujab.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Hasto segera mendekati pria tersebut dan meminta petugas untuk menyiapkan kursi di area dekat panggung. Pria yang bernama Agus Pristiono itu tampak terkejut namun sangat senang dengan perhatian yang diberikan kepadanya. Dengan tempat duduk yang disediakan, Agus bisa menikmati rangkaian pentas seni dan budaya yang menjadi bagian dari acara tersebut.
Contoh Lain dari Kepedulian Megawati
Mujab menilai bahwa kepedulian Megawati terhadap penyandang disabilitas bukanlah hal baru. Ia mengungkapkan pernah mendengar cerita serupa di Taman Suropati, Jakarta, di mana Megawati meminta ajudan untuk mencari tahu nama dan alamat seorang penyandang disabilitas agar dapat diberikan bantuan. "Pohon saja dirawat Bu Megawati, apalagi untuk kemanusiaan. Inilah keteladanan dari Ibu Megawati yang patut dicontoh," tambah Mujab.
Hasto Kristiyanto juga memberikan contoh lain mengenai perhatian Megawati kepada penyandang disabilitas. Dalam perayaan ulang tahun ke-78 Megawati pada Januari 2025, Megawati memberikan potongan tumpeng kepada beberapa peserta, termasuk seorang sinden cilik penyandang disabilitas bernama Savia. "Ibu Megawati memberi perhatian khusus pada sinden cilik bernama Savia," kata Hasto. Ia menjelaskan bahwa Megawati tidak hanya menyerahkan potongan tumpeng, tetapi juga menggenggam tangan Savia dengan hangat dan mengajaknya berjoget ringan di atas panggung.
Lebih jauh, Hasto menegaskan bahwa perhatian Megawati tidak hanya terbatas pada penyandang disabilitas, tetapi juga mencakup isu kesehatan masyarakat tanpa memandang latar belakang atau pilihan politik. "Soal kesehatan, Bu Mega tidak melihat warna politik. Beliau selalu memberi saran kepada orang yang ditemuinya atau diketahuinya sedang sakit," ungkap Hasto. Menurutnya, tindakan sederhana namun penuh empati tersebut mencerminkan konsistensi Megawati dalam menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian dan kepemimpinannya.