JAKARTA, iNews.id – Banyak orang berkeyakinan bahwa penurunan massa otot baru akan terasa saat memasuki usia tua. Namun, sebenarnya kondisi yang dikenal dengan istilah sarkopenia ini sudah mulai berlangsung secara perlahan sejak seseorang berusia 20-an tahun. Sarkopenia adalah kondisi di mana tubuh mengalami penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot secara bertahap.
Walaupun proses penurunan ini berlangsung lambat, dampaknya dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari ketika memasuki usia lanjut. Dokter dan influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa penyusutan otot sering kali tidak disadari oleh masyarakat yang berada di usia produktif karena tidak langsung menimbulkan keluhan yang nyata.
Penelitian Mengenai Penurunan Massa Otot
Sebuah studi yang menggunakan pencitraan dengan magnetic resonance imaging (MRI) terhadap individu berusia antara 18 hingga 88 tahun menunjukkan bahwa proporsi massa otot manusia mulai mengalami penurunan secara bertahap sejak usia muda. Hal ini menegaskan bahwa sarkopenia bukanlah masalah yang hanya dihadapi oleh orang tua.
Pencegahan dan Peningkatan Massa Otot
Meski demikian, dr Cecep menekankan bahwa kondisi ini bukanlah hal yang tidak bisa dicegah. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan otot masih dapat ditingkatkan, bahkan ketika seseorang sudah berada di usia yang sangat lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mulai memperhatikan kesehatan otot sejak dini.