Monday, 15 June 2026
Tekno

Mark Zuckerberg Mengakui Kesalahan Meta dalam Transformasi AI

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengakui bahwa perusahaannya telah melakukan kesalahan dalam proses transformasi teknologi kecerdasan buatan. Pengakuan ini disampaikan melalui memo internal kepada karyawan...

D
Dewi Kartika Lestari
14 June 2026 4 pembaca
Mark Zuckerberg Mengakui Kesalahan Meta dalam Transformasi AI
CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui perusahaannya, Meta telah membuat kesalahan dalam transformasi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI. AFP/MANDEL NGAN

Jakarta, CNN Indonesia -- Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengakui bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah melakukan sejumlah kesalahan dalam proses transformasi menuju teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Pengakuan tersebut disampaikan dalam sebuah memo internal yang diterima oleh Reuters.

Dalam memo itu, Zuckerberg menjelaskan bahwa transformasi besar yang tengah dilakukan oleh Meta tidak terlepas dari berbagai kesalahan yang terjadi seiring dengan kemajuan teknologi. "Mengingat kompleksitas perubahan ini, kami telah membuat kesalahan dan hampir pasti akan membuat lebih banyak kesalahan lagi," ungkap Zuckerberg.

Investasi Besar dalam AI

Pada bulan April tahun ini, Zuckerberg telah menginvestasikan sebesar US$125 miliar atau sekitar Rp2.125 triliun ke dalam industri AI, sebagai upaya untuk merombak cara kerja internal perusahaan agar lebih terintegrasi dengan teknologi tersebut. Ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat, khususnya di sektor teknologi.

Dia menekankan, "Saya tidak ingin terlalu banyak berjanji karena dunia berubah dengan cara yang di luar kendali kita," sambil menegaskan bahwa Meta tidak mengharapkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih lanjut di tahun ini.

Restrukturisasi dan Komitmen untuk Meningkatkan Investasi

Zuckerberg berusaha untuk menjaga stabilitas di dalam perusahaannya setelah melakukan restrukturisasi besar-besaran pada bulan Mei, di mana 10 persen dari total karyawan diberhentikan dan 7.000 karyawan yang berhubungan dengan alur kerja AI dipindahkan. "Karena kami tahu bahwa jika kami membuat kesalahan di beberapa tempat, maka kami memindahkan beberapa orang itu kembali," jelasnya.

Saat dihubungi oleh Reuters, Meta menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai memo tersebut. Namun, Zuckerberg menyatakan bahwa perusahaan telah berkomitmen untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan tim, termasuk anggaran yang lebih besar untuk kegiatan di luar kantor dan acara perusahaan. Selain itu, mereka juga akan mengadakan hackathon berskala besar pada bulan Juli untuk mendorong kolaborasi antar tim.

// Artikel Terkait