Menurut mantan gubernur tersebut, langkah pemerintah untuk menahan subsidi BBM dapat memicu inflasi yang lebih tinggi, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat. Melemahnya rupiah juga dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar global dan fluktuasi harga komoditas. Ia menambahkan bahwa kebijakan fiskal yang lebih hati-hati dan pengelolaan subsidi yang lebih baik diperlukan untuk mengatasi masalah ini.
Ke depan, mantan gubernur tersebut berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan subsidi dan melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini penting agar ekonomi nasional tetap kuat di tengah tantangan global yang ada.