Saturday, 15 August 2026
Kesehatan

Manfaat Minum Teh untuk Mengurangi Risiko Stroke

Teh, minuman yang populer di berbagai kalangan, memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk menurunkan risiko stroke. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh secara teratur dapat melindungi...

L
Lucas Fabian
20 July 2026 55 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media

Teh adalah minuman yang banyak digemari oleh masyarakat. Selain rasanya yang menyegarkan dan menenangkan, teh juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam menurunkan risiko stroke. Teh mengandung sejumlah senyawa tanaman seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa ini berperan penting dalam melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Bagaimana Teh Dapat Mengurangi Risiko Stroke?

Menurut informasi yang diperoleh, manfaat teh dapat dirasakan dengan mengonsumsi antara 500 hingga 1.000 ml teh setiap hari, yang setara dengan 2 hingga 4 cangkir. Jumlah tersebut dapat mendukung kesehatan jantung dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung serta gangguan pembuluh darah. Stres oksidatif menjadi salah satu penyebab utama gangguan kardiovaskular. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, dapat merusak fungsi endotelium, yang merupakan lapisan dalam pembuluh darah, serta mendorong penumpukan kolesterol dan pengerasan arteri. Senyawa polifenol yang terdapat dalam teh dapat membantu menjaga fleksibilitas arteri, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi peradangan kronis yang mendukung kesehatan jantung.

Hasil Penelitian Mengenai Teh dan Stroke

Sebuah meta-analisis yang melibatkan 14 studi dengan lebih dari 510 ribu peserta menunjukkan bahwa mengonsumsi teh berhubungan dengan penurunan risiko stroke. Konsumsi sekitar tiga cangkir teh setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 13 persen, terutama untuk stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa 2 hingga 4 cangkir teh tanpa pemanis yang diminum setiap hari dapat memberikan manfaat kesehatan yang optimal tanpa meningkatkan risiko kesehatan lainnya. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa hasil studi ini menunjukkan hubungan, bukan bukti langsung bahwa teh dapat secara langsung mengurangi risiko penyakit jantung. Mereka menyarankan perlunya lebih banyak uji klinis untuk menentukan jenis dan jumlah teh yang paling efektif dalam melindungi kesehatan kardiovaskular, baik itu teh hijau, teh hitam, atau teh oolong.

// Artikel Terkait