Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Manfaat Kesehatan Matcha yang Populer di Kalangan Generasi Z

Matcha, minuman berbasis teh hijau asal Jepang, kini menjadi favorit di kalangan generasi Z dengan berbagai manfaat kesehatan yang menarik perhatian.

R
Rangga Wijaya Kusuma
20 June 2026 24 pembaca
Foto: Ilustrasi minuman matcha. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi minuman matcha. (Gemini AI)

Di berbagai kafe dan kedai kopi modern, menu berbasis matcha menjadi salah satu yang paling dicari. Dari matcha latte, teh murni, hingga dessert, popularitas bubuk teh hijau asal Jepang ini semakin meningkat dan telah diakui sebagai bagian dari gaya hidup sehat generasi Z. Matcha berasal dari tanaman Camellia sinensis, namun metode budidayanya yang unik membuatnya memiliki profil nutrisi yang lebih baik dibandingkan teh hijau biasa.

Proses penanaman matcha melibatkan penutupan tanaman dari sinar matahari langsung selama sebagian besar periode pertumbuhannya. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi klorofil, meningkatkan kandungan asam amino, dan memberikan warna hijau yang lebih pekat. Setelah dipanen, batang dan urat daun dibuang, dan daun yang tersisa digiling halus menjadi bubuk. Karena dikonsumsi dalam bentuk bubuk, matcha mengandung seluruh nutrisi dari daun teh, termasuk kafein dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.

Kaya Akan Antioksidan

Matcha sangat kaya akan katekin, yang merupakan senyawa tanaman yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menstabilkan radikal bebas yang dapat merusak sel dan memicu penyakit kronis. Meskipun proses penanaman di tempat teduh dapat menurunkan kadar katekin, saat bubuk matcha dilarutkan dalam air, ia menghasilkan antioksidan yang tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan teh hijau biasa.

Meningkatkan Fokus dan Fungsi Otak

Bagi generasi Z yang memerlukan fokus tinggi untuk belajar atau bekerja, matcha dapat menjadi pilihan yang sangat baik. Penelitian terhadap 23 orang yang mengonsumsi 4 gram matcha menunjukkan peningkatan signifikan dalam perhatian, waktu reaksi, dan daya ingat. Matcha memiliki konsentrasi kafein yang lebih tinggi (19-44 mg/g) dibandingkan teh hijau biasa (11-25 mg/g). Selain itu, matcha juga mengandung L-theanine yang membantu mengubah efek kafein, meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah penurunan energi mendadak yang sering terjadi setelah mengonsumsi kafein biasa.

Mendukung Penurunan Berat Badan

Teh hijau telah lama dikenal dapat membantu menurunkan berat badan. Sebuah tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi hingga 500 mg teh hijau per hari selama 12 minggu, dikombinasikan dengan diet dan olahraga yang tepat, efektif dalam menurunkan indeks massa tubuh (IMT). Karena matcha berasal dari tanaman yang sama dengan kandungan senyawa yang lebih pekat, efek positif yang sama juga dapat diperoleh secara optimal.

Menjaga Kesehatan Hati

Hati memiliki peran penting dalam menyaring racun dan memproses nutrisi. Tinjauan terhadap 15 penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berhubungan dengan penurunan risiko penyakit hati. Namun, para ahli mencatat bahwa efek matcha dapat bervariasi pada setiap individu. Penelitian menunjukkan bahwa matcha dapat membantu menurunkan kadar enzim hati yang tinggi pada penderita penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), tetapi penelitian lebih lanjut pada populasi umum masih diperlukan untuk memahami efeknya secara menyeluruh.

// Artikel Terkait