Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

--- Malaysia Siaga Menghadapi Ancaman 'Super El Nino', Risiko Kelelahan Akibat Panas pada Anak Meningkat ---

--- Fenomena cuaca ekstrem 'Super El Nino' yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun ini menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama terkait kesehatan anak-anak yang lebih rentan terha...

D
Dimas Adhyaksa Putra
02 July 2026 77 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/Yanukit Raiva
Foto ilustrasi: Getty Images/Yanukit Raiva
---TITLEEXCERPT--- Fenomena cuaca ekstrem 'Super El Nino' yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun ini menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama terkait kesehatan anak-anak yang lebih rentan terhadap suhu tinggi. ---CONTENT---

Jakarta - Ancaman dari fenomena cuaca ekstrem yang dikenal sebagai 'Super El Nino' yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Lonjakan suhu yang ekstrem dan gelombang panas berkepanjangan bukan hanya menjadi masalah cuaca, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan anak-anak, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap dampak cuaca panas dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tubuh anak-anak dapat mengalami peningkatan suhu lebih cepat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendinginkan diri, sehingga mereka lebih mudah mengalami masalah kesehatan akibat paparan panas. Spesialis Iklim dan Lingkungan dari UNICEF Malaysia, Nasha Lee, menjelaskan bahwa kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan panas. "Gelombang panas menimbulkan risiko signifikan bagi anak-anak karena paparan yang berkepanjangan meningkatkan kemungkinan dehidrasi, kelelahan akibat panas, dan serangan panas karena tubuh anak-anak memanas lebih cepat dan mendingin lebih lambat daripada tubuh orang dewasa," urai Nasha Lee.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kondisi ini juga dapat sulit dikenali pada awalnya karena gejalanya sering kali tampak ringan dan mudah diabaikan oleh orang tua. Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Tuanku Ja'afar, Dr. Naveen Nair Gangadaran, menyatakan bahwa tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi anak yang menjadi lebih rewel, lesu, nafsu makan menurun, dan kesulitan berkonsentrasi. "Anak-anak sangat rentan karena mereka menghasilkan lebih banyak panas saat beraktivitas dan bergantung pada orang dewasa untuk memastikan kebutuhan cairan serta perlindungan dari panas terpenuhi," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehilangan cairan tubuh sebesar 1-2 persen dari berat badan sudah cukup untuk memengaruhi fungsi otak, daya ingat, serta ketahanan fisik anak.

Penyakit yang Mungkin Timbul Akibat Suhu Tinggi

Orang tua diimbau untuk memahami berbagai gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan suhu tinggi. Menurut dokter spesialis anak dari Sunway Medical Centre, Dr. Ch'ng Tong Wooi, kondisi ini dapat dibagi menjadi tiga tingkat keparahan. Kram Panas (Heat Cramps) merupakan bentuk paling ringan, ditandai dengan kejang otot yang menyakitkan di perut, lengan, atau kaki akibat kehilangan banyak garam dan elektrolit melalui keringat. Kelelahan Panas (Heat Exhaustion) adalah kondisi yang lebih serius dengan gejala kelelahan ekstrem, lemas, mual, sakit kepala, pusing, hingga detak jantung yang cepat. Sementara itu, Serangan Panas (Heat Stroke) adalah fase paling berbahaya dan merupakan kondisi darurat medis. Dr. Ch'ng mengingatkan tentang potensi fatalitas jika penanganan terlambat. "Serangan panas terjadi ketika suhu inti tubuh melebihi 40°C dan disertai dengan gejala neurologis seperti kebingungan, disorientasi, kejang, kehilangan kesadaran, atau bahkan koma," tegas Dr. Ch'ng. "Pendinginan segera dan perawatan medis darurat sangat penting karena penundaan dapat menyebabkan kerusakan organ permanen atau bahkan kematian," tambahnya.

Selain itu, paparan dehidrasi kronis yang berulang sejak usia dini juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal jangka panjang pada anak.

Baru-baru ini, seorang bocah berusia 8 tahun bernama Muhammad Irfan Sufian di Malaysia mengalami insiden serupa. Ia mendadak tumbang dan dilarikan ke rumah sakit setelah mengikuti kegiatan hari olahraga di sekolah. Ibunya, Norul Akmah Abdullah (41), menceritakan bahwa anaknya tiba-tiba mengeluh sakit kepala hebat, demam tinggi, dan muntah-muntah. Dokter kemudian mendiagnosis bocah tersebut mengalami kelelahan akibat panas ekstrem. "Saat itu, saya dan suami tidak tahu bahwa dia mengalami kelelahan akibat panas. Ketika dia pulang mengeluh sakit kepala, demam, dan muntah, kami segera membawanya ke rumah sakit," kenang Norul. "Dokter kemudian memberi tahu kami bahwa gejala yang dialaminya adalah tanda-tanda kelelahan akibat panas," pungkasnya.

// Artikel Terkait