Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tiba di Timor-Leste untuk melakukan kunjungan resmi. Rombongan Megawati mendarat di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Dili, pada Rabu (8/7) pukul 16.10 waktu setempat.
Setelah pesawatnya mendarat, Direktur Jenderal Urusan Protokol dari Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Josefina Tilman, langsung naik ke pesawat untuk menyambut Megawati dan mendampingi beliau turun menuju apron bandara. Di kaki tangga pesawat, sudah menunggu jajaran pejabat tinggi Timor-Leste, termasuk Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Pariwisata, dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, serta Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Mardiana Warnares.
Proses Penyambutan yang Khidmat
Proses penyambutan berlangsung dengan khidmat, ditandai dengan karpet merah dan pengawalan dari pasukan tradisional Moradores yang berasal dari Kantor Penghubung Militer Kepresidenan Timor-Leste. Megawati hadir bersama keluarganya, termasuk Puti Guntur Soekarnoputri dan Romy Soekarno, serta beberapa jajaran partai seperti Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Bintang Puspayoga.
Beberapa tokoh penting dari Timor-Leste juga hadir dalam penyambutan ini, seperti Presiden Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmao, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Bendito dos Santos Freitas, serta Kepala Staf Kepresidenan Henriqueta M. da Silva. Dari pihak Indonesia, turut hadir Ketua DPP PDIP Andreas H. Pareira, Ahmad Basarah, dan Andi Widjajanto.
Tarian Adat dan Antusiasme Pelajar
Setelah bersalaman hangat dengan Ramos Horta dan Xanana, Megawati disambut dengan tarian adat setempat. Ia terlihat menyapa para penari dengan senyuman. Dua gadis berpakaian adat kemudian mempersembahkan buket bunga dan kain adat merah, yang selanjutnya dikalungkan di pundak Megawati. Beliau menggandeng tangan kedua anak tersebut saat berjalan menuju gedung kedatangan, diikuti oleh Ramos Horta, Xanana, dan para pejabat lainnya.
Di luar bandara, suasana meriah terlihat dengan ribuan pelajar yang berbaris di sepanjang jalan menuju tempat penginapan, mengibarkan bendera kedua negara sebagai bentuk penghormatan kepada Megawati, yang merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai presiden Indonesia.
Kunjungan kenegaraan Megawati ini direncanakan berlangsung hingga 10 Juli 2026. Agenda utama dari kunjungan ini adalah untuk menerima penghargaan tertinggi, Grand Collar of Timor-Leste, sebagai pengakuan atas jasanya dalam memajukan hubungan bilateral dan rekonsiliasi. Selama berada di Timor-Leste, Megawati juga dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Jose Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao, serta mengunjungi situs bersejarah.
Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas peran Megawati dalam membuka jalan rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor-Leste. "Ibu Megawati menerima penghargaan ini atas jasanya membuka peta jalan menuju rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste, tatkala pada 20 Mei 2002, sebagai Presiden Republik Indonesia, beliau mengunjungi Timor Leste untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan Timor Leste," ungkap Hasto.