Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Kopi Hitam Pagi Hari Dapat Memperpanjang Umur, Namun Perhatikan Campurannya

Kebiasaan mengonsumsi kopi hitam di pagi hari dapat berkontribusi pada peningkatan usia, dengan catatan tidak mencampurnya dengan gula atau krimer berlebihan.

L
Lucas Fabian
14 August 2026 21 pembaca
Ilustrasi kopi hitam (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Ilustrasi kopi hitam (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Minum kopi di pagi hari ternyata lebih dari sekadar cara untuk mengatasi rasa kantuk. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi hitam secara rutin setiap pagi dapat berperan dalam memperpanjang usia, serta mengurangi risiko kematian akibat berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung.

Temuan Penelitian Terkait Kopi

Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menyelidiki hubungan antara konsumsi kopi, termasuk penambahan gula dan lemak jenuh, dengan tingkat kematian di kalangan orang dewasa di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (1999-2018) yang melibatkan 46.222 responden berusia 20 tahun ke atas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi berkafein setiap hari berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 16 persen, serta risiko penyakit kardiovaskular. Sementara itu, konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko kematian hingga 17 persen. Namun, efek perlindungan ini tidak meningkat jika konsumsi kopi melebihi tiga cangkir per hari.

Pentingnya Memperhatikan Campuran Kopi

Fang Fang Zhang, peneliti utama studi dan Guru Besar di Friedman School, mengungkapkan bahwa penambahan gula dan krimer merupakan faktor penting yang sering diabaikan oleh para penikmat kopi. "Kenyataannya, sebagian besar dari kita tidak sekadar minum kopi murni. Meskipun kita berpikir bahwa gula dan lemak mungkin mengurangi manfaat kopi, kami ingin membuktikannya secara ilmiah melalui data berbasis bukti," jelas Zhang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi hitam atau kopi dengan sedikit gula dan lemak jenuh dapat menurunkan risiko kematian sebesar 14 persen. Sebaliknya, manfaat tersebut hilang pada mereka yang menambahkan gula dan lemak jenuh dalam jumlah besar.

Batas Aman untuk Campuran Kopi

Dalam penelitian ini, peneliti menetapkan batasan untuk 'gula tambahan rendah' berdasarkan pedoman dari Food and Drug Administration (FDA), yaitu di bawah 5 persen dari Daily Value (DV), setara dengan 2,5 gram gula per cangkir 240 ml. Sedangkan untuk 'lemak jenuh rendah', batasannya adalah 1 gram per cangkir, yang setara dengan 5 sendok makan susu 2 persen lemak atau 1 sendok makan light cream.

Liz Weinandy, ahli gizi dari The Ohio State University Wexner Medical Center, menekankan pentingnya memperhatikan apa yang ditambahkan ke dalam kopi. "Secara medis, kandungan kafein dan flavonoid dalam biji kopi dapat mempercepat metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, serta melawan radikal bebas yang dapat memicu penyakit kronis. Namun, asupan gula dan lemak jenuh yang tinggi dapat merusak metabolisme glukosa dan menyebabkan obesitas," ungkapnya.

Meskipun demikian, Zhang mengingatkan para penikmat kopi untuk tetap menikmati kopi mereka. "Sangat positif bahwa kita melihat manfaat dari minum kopi. Poin utamanya adalah perhatikan apa yang Anda tambahkan. Jika ingin menambah sedikit susu atau gula, itu masih diperbolehkan, asalkan tidak melebihi batas yang aman," tutup Zhang.

// Artikel Terkait