Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Kompetisi Tari Morinaga: Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Melalui Gerakan

Kompetisi tari yang diadakan oleh Morinaga di Jakarta Pusat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri melalui gerakan.

A
Aryani Sarasvati
26 July 2026 61 pembaca
Dance competition. Foto: Mhd. Aldrian, S.Gz/detikHealth
Dance competition. Foto: Mhd. Aldrian, S.Gz/detikHealth

Jakarta - Pembelajaran tidak selalu harus dilakukan dengan cara konvensional seperti duduk di meja atau membaca buku. Bagi anak-anak, bergerak mengikuti irama musik merupakan salah satu metode yang menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan fisik dan meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini terlihat jelas dalam kompetisi tari yang merupakan bagian dari acara Morinaga Door Of Future: Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab yang berlangsung di Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 25 Juli 2026. Kompetisi ini diikuti oleh anak-anak berusia 4 hingga 6 tahun yang tampil dalam kelompok yang terdiri dari tiga hingga enam anak.

Di atas panggung, setiap kelompok menampilkan koreografi yang telah mereka persiapkan dengan baik. Meskipun masih sangat muda, mereka menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi saat menari di depan juri dan ratusan penonton yang memberikan dukungan melalui sorakan dan tepuk tangan.

Pentingnya Pengalaman di Panggung

Salah satu guru dari peserta, Risa (29), menyatakan bahwa kegiatan seperti ini memberikan pengalaman positif bagi muridnya, Nazla (6). Risa menjelaskan bahwa tampil di atas panggung membantu anak untuk lebih berani dan belajar mandiri. "Alhamdulillah sangat membantu banget. Apalagi ini kan dari umur 4 tahun. Kalau di rumah cuma main-main saja. Di sini ngelatih geraknya, keberaniannya, terus mandirinya saat maju ke depan juga kan enggak ditemenin," ungkap Risa saat ditemui di lokasi acara.

Risa juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuat anak-anak lebih percaya diri saat berada di lingkungan baru dan bertemu dengan banyak orang. "Supaya dia juga enggak takut ketemu orang banyak. Ini kan ditonton orang banyak. Alhamdulillah ngelatih untuk berani," ujarnya. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi tari dapat mendorong anak untuk lebih senang dalam mengeksplorasi bakatnya. "Nanti kalau sudah besar mungkin dia ngerasa, ternyata seru ya nari. Jadi pengin coba jadi penari," harap Risa.

Manfaat Menari bagi Perkembangan Anak

Kegiatan menari tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan fisik anak. Saat mengikuti gerakan sesuai irama musik, hampir seluruh anggota tubuh anak terlibat, sehingga kemampuan motorik, keseimbangan, koordinasi, kelenturan, dan kelincahan mereka turut terlatih. Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology pada tahun 2026 menunjukkan bahwa aktivitas tari dapat meningkatkan fungsi eksekutif anak, seperti konsentrasi, kemampuan mengingat urutan gerakan, mengikuti instruksi, dan pengendalian diri.

Ketika menari bersama teman-teman, anak-anak juga belajar untuk menyamakan gerakan, mengenali tempo, dan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, aktivitas fisik yang dilakukan sejak usia dini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak usia prasekolah aktif bergerak setiap hari melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Kebiasaan ini membantu memperkuat tulang dan otot, meningkatkan kebugaran, serta mendukung perkembangan motorik yang optimal.

Melalui kompetisi tari ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman tampil di atas panggung, tetapi juga belajar untuk aktif bergerak, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan.

// Artikel Terkait