Pada Selasa, 23 Juni 2026, CEO SiCepat Ekspres, Barry Lim, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang berlangsung di Tribrata Convention Center, Jakarta. Para pelaku industri sepakat untuk berkolaborasi dalam infrastruktur dan teknologi guna mengatasi disparitas biaya pengiriman antarwilayah di Indonesia.
Kolaborasi untuk Mengatasi Tantangan Logistik
Dalam forum tersebut, efisiensi biaya logistik menjadi salah satu topik utama yang dibahas oleh para pelaku industri dan pemerintah. Barry Lim menyatakan bahwa kolaborasi antara pelaku usaha logistik sangat penting untuk mengatasi berbagai tantangan dalam distribusi barang, termasuk tingginya biaya logistik dan ketimpangan biaya pengiriman antara wilayah. Ia menekankan, "Konsolidasi industri logistik bukan pilihan, melainkan keniscayaan. SiCepat siap menjadi bagian aktif dari transformasi ini."
Saat ini, biaya logistik di Indonesia masih mencapai sekitar 14 persen dari produk domestik bruto (PDB). Selain itu, perbedaan biaya logistik antara pulau Jawa dan luar Jawa masih berkisar antara 20 hingga 40 persen.
Pentingnya Sektor E-Commerce dalam Ekonomi Digital
Sektor e-commerce di Indonesia diakui sebagai kontributor terbesar bagi ekonomi digital, dengan kontribusi sekitar 77 persen. Ekosistem ini melibatkan lebih dari 30 juta pelaku UMKM, merek, dan merchant yang bergantung pada layanan distribusi barang. Dalam forum DEAL 2026, SiCepat menjadi salah satu peserta dari klaster konsolidator logistik nasional. Para peserta menandatangani deklarasi yang mencakup komitmen untuk kolaborasi operasional, pemanfaatan infrastruktur dan teknologi secara bersama, serta penguatan daya saing pelaku logistik domestik.
Industri pos dan kurir saat ini memproses lebih dari 25 juta paket setiap harinya. Efisiensi dalam logistik dianggap sebagai faktor kunci untuk mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi digital, mengingat lebih dari 60 persen distribusi barang nasional masih terpusat di Pulau Jawa. Barry Lim menambahkan, "Berbagi infrastruktur, berkolaborasi dalam teknologi, dan bersama-sama membangun jaringan pengiriman yang efisien hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Ini komitmen kami kepada bangsa, bukan hanya kepada bisnis."