Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Klarifikasi Dinas Kesehatan Terkait Isu HIV pada Pelajar di Sidoarjo

Kabar mengenai 522 pelajar di Sidoarjo yang terinfeksi HIV menjadi viral, namun Dinas Kesehatan setempat memberikan penjelasan berdasarkan data yang valid. Mereka mencatat jumlah kasus yang jauh lebih...

D
Doni Setiawan
29 July 2026 53 pembaca
Ilustrasi HIV (Foto: Getty Images/Thomas Faull)
Ilustrasi HIV (Foto: Getty Images/Thomas Faull)

Jakarta - Sebuah video yang beredar luas mengklaim bahwa terdapat 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo yang terinfeksi HIV. Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, memberikan klarifikasi dengan memaparkan data kasus HIV berdasarkan kelompok usia.

"Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan dari usia 11 sampai dengan 17 tahun. Jadi kalau dari data kami, di usia 11 sampai dengan 17 tahun, angkanya adalah 60 kasus. 60 kasus ini terhitung sejak 2001 sampai dengan 2026," ungkap Lakhsmie dalam penjelasannya.

Rincian Kasus HIV di Sidoarjo

Dari total 60 kasus yang tercatat, tujuh di antaranya telah meninggal dunia, sehingga menyisakan 53 kasus aktif pada kelompok usia tersebut. Selain itu, Dinkes Sidoarjo juga mencatat adanya 117 kasus HIV pada anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun, berdasarkan data yang dihimpun hingga 21 Juli 2026.

"Kami menarik sampai dengan tanggal 21 Juli. Jadi ada 117, dengan rincian dari 117 itu 35 sudah meninggal. Kemudian 50-nya loss of follow up. Jadi kita tidak tahu apakah ini sudah meninggal atau pindah tempat tinggal atau kasus-kasus yang lainnya. Kemudian yang masih rutin minum ARV ada 32," jelasnya.

"Jadi totalnya saat ini ada 32. Yang dari usia 0 sampai dengan 10 tahun," tambahnya.

Tindak Lanjut Kementerian Kesehatan

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga memberikan respons terhadap informasi mengenai kasus HIV pada anak dan remaja di Sidoarjo. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan telah melakukan supervisi program HIV di daerah tersebut sebagai langkah lanjutan atas perhatian masyarakat yang meningkat terkait berita tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi data yang beredar, termasuk dengan mengunjungi Delta Crisis Center (DCC), yang menjadi salah satu sumber data dalam pemberitaan. Selain memeriksa validitas dan interpretasi data, tim supervisi juga mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan bagi individu yang terinfeksi HIV, serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk memahami informasi secara menyeluruh dan untuk tidak memberikan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV).

// Artikel Terkait