Wednesday, 01 July 2026
Gaya Hidup

Kisah Tragis Sahabat Tantri Kotak: Terpaksa Hentikan Kemoterapi Akibat Penipuan Investasi

Penyanyi Tantri Kotak menceritakan pengalaman menyedihkan sahabatnya yang menjadi korban penipuan investasi, mengakibatkan penghentian pengobatan kanker yang dijadwalkan.

H
Hanafi Syahputra
29 June 2026 9 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA – Penyanyi Tantri Kotak baru-baru ini mengungkapkan kisah menyedihkan yang dialami oleh salah satu sahabatnya, yang menjadi korban dugaan penipuan investasi. Sahabatnya terpaksa menghentikan pengobatan kanker karena dana yang seharusnya digunakan untuk kemoterapi diduga telah dibawa kabur oleh pelaku penipuan.

Tantri menyatakan bahwa ia sangat terpukul dengan situasi ini, yang tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam keselamatan sahabatnya. Menurutnya, seharusnya sahabatnya menjalani kemoterapi lanjutan pada 26 Juni, namun pengobatan tersebut terpaksa ditunda karena dana yang dijanjikan tidak kunjung kembali. "Yang paling menyedihkan, temenku ini harus berobat kanker. Tinggal tiga kali kemo lagi, tapi ternyata harus berhenti di sini karena uangnya dibawa kabur. Dia malah makin stres," ungkap Tantri dengan suara bergetar saat berbicara di Cilandak, Jakarta Selatan.

Tekanan Berat dari Tanggung Jawab

Tantri menjelaskan bahwa beban yang dirasakan sahabatnya semakin berat, karena uang yang diinvestasikan bukan hanya miliknya, tetapi juga berasal dari sejumlah investor lain yang mempercayainya. Hal ini membuat sahabatnya merasa memiliki tanggung jawab yang besar. "Dia sampai ngomong, 'De, pilihannya antara gue meninggal atau memang gue dipenjara karena gue bertanggung jawab sama investor itu'. Itu yang bikin aku kayak, ya ampun, kok tega banget sih?" kata Tantri.

Harapan untuk Mencegah Korban Baru

Rasa kecewa yang mendalam terhadap pelaku, yang merupakan teman dekatnya, mendorong Tantri untuk bersuara secara terbuka di media sosial. Ia berharap langkah ini dapat mencegah terjadinya korban-korban lainnya. "Aku bukan lagi ngomongin masalah nominal yang hilang, tapi lebih benar-benar kecewa kok tega menyalahartikan sebuah kepercayaan pertemanan untuk hal sekeji ini. Ini yang bikin aku merasa harus jalur kenceng (hukum)," ujar Tantri, menekankan pentingnya tindakan hukum terhadap pelaku.

// Artikel Terkait