Di media sosial, cerita Siti Zahro (23) dari Bekasi menjadi perhatian publik setelah ia membagikan pengalamannya terkait diagnosis kista ovarium yang mencapai ukuran 29 sentimeter. Dalam penjelasannya, Siti mengakui bahwa ia memiliki kebiasaan makan yang kurang baik dan sering mengonsumsi makanan pedas hampir setiap hari.
Siti menyatakan bahwa ia sangat menyukai berbagai jenis makanan, seperti bakso, seblak, dan camilan pedas. Ia menjelaskan bahwa pola makannya sehari-hari tidak teratur, "Aku makan nasi cuma sehari sekali. Pagi biasanya makan bakso, siang baru makan nasi. Pulang kerja selalu beli seblak, terus malam suka ngemil makanan pedas-pedas," ungkapnya.
Kebiasaan Makan dan Kesehatan
Selain itu, Siti juga mengaku sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam dan sering menahan buang air kecil karena kesibukan sehari-hari. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang mengaitkan konsumsi makanan pedas, asin, atau kebiasaan menahan pipis dengan munculnya kista ovarium.
Sebelum mengetahui bahwa ia mengidap kista, Siti mengira perutnya yang semakin membesar disebabkan oleh lemak atau kenaikan berat badan. Ia merasa bahwa bagian bawah perutnya menonjol sejak tahun lalu, tetapi masih dianggap wajar karena terasa lembek. "Awalnya aku pikir cuma lemak biasa. Soalnya perut aku memang sudah agak buncit dari tahun sebelumnya, tapi cuma di bagian bawah dan masih lembek," jelasnya.
Keluhan yang Dirasakan
Seiring waktu, ukuran perutnya semakin membesar dan terasa lebih berat, yang mulai menimbulkan kekhawatiran. Siti juga merasakan nyeri di bagian kanan perut yang sering disertai rasa pegal di pinggang dan punggung belakang. "Yang paling sering aku rasain itu sakit perut bagian kanan. Terus pinggang sama punggung belakang sakit banget, pegel banget," tuturnya. Namun, ia awalnya menganggap keluhan tersebut sebagai akibat dari aktivitas sehari-hari.
Perubahan signifikan terjadi ketika Siti mengalami stres berat, yang membuat perutnya terasa semakin berat dan buncit dalam waktu singkat. Karena khawatir, ia pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pada Maret 2026, Siti menjalani pemeriksaan USG transvaginal yang menunjukkan adanya kista ovarium berukuran sekitar 29 sentimeter. Pemeriksaan lanjutan dengan MRI pada bulan April menunjukkan ukuran kista mencapai 23 x 29 sentimeter. "Dokter bilang harus segera dioperasi karena ukurannya sudah besar dan terus bertambah," katanya.
Menurut penjelasan dokter, kista ovarium yang dialami Siti kemungkinan berkaitan dengan faktor hormonal. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium atau permukaannya. Sebagian besar kista bersifat jinak dan dapat hilang dengan sendirinya, namun beberapa jenis kista dapat terus membesar dan menyebabkan berbagai keluhan, seperti nyeri panggul dan pembesaran perut.
Kisah Siti menjadi pengingat bahwa perut yang terus membesar tidak selalu disebabkan oleh lemak. Jika ada keluhan seperti nyeri perut atau rasa berat di panggul, pemeriksaan medis sangat penting untuk mengetahui penyebabnya.