Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

Kisah Pemuda Tuban yang Berjuang Melawan Gagal Ginjal di Usia Muda

Seorang pemuda asal Tuban, Jawa Timur, Edi Utomo, viral di media sosial setelah membagikan pengalamannya berjuang melawan gagal ginjal kronis stadium 5 sejak tahun 2019. Di usianya yang baru 26 tahun,...

H
Hanafi Syahputra
10 May 2026 13 pembaca
Kisah Pemuda Tuban yang Berjuang Melawan Gagal Ginjal di Usia Muda
Pemuda mengidap gagal ginjal stadium 5 di usia 20-an. (Foto: IG @edipaeji dengan izin yang bersangkutan)

Seorang pemuda yang berasal dari Tuban, Jawa Timur, bernama Edi Utomo menjadi sorotan di media sosial setelah menceritakan perjuangannya melawan gagal ginjal kronis stadium 5 yang dideritanya di usia yang masih sangat muda. Edi, yang kini berusia 26 tahun, telah didiagnosis dengan penyakit ini sejak tahun 2019.

Dalam salah satu unggahannya, Edi menjelaskan gejala awal yang dirasakannya sebelum mendapatkan diagnosis gagal ginjal kronis. Ia mengalami kondisi tubuh yang sering meriang ketika berada di dekat kipas angin. "Awal kena di tahun 2019," ungkap Edi saat dihubungi.

Setelah merasakan gejala meriang selama 2-3 bulan, Edi mulai mengalami penurunan tenaga yang signifikan, membuatnya merasa sangat lelah. "Sekitar 2-3 bulan dari yang kayak berasa meriang, ini tenaga juga habis, beda kayak biasanya," jelasnya melalui akun Instagramnya.

Gejala yang Muncul dan Diagnosis Awal

Selang waktu sekitar tiga bulan, ia merasakan mual dan muntah, yang awalnya dianggapnya sebagai gejala masuk angin. "Mual muntah sama kayak orang mau masuk angin gitu. Mau muntah, tapi nggak keluar muntahnya," tambahnya. Ketika gejala tersebut muncul, Edi memilih untuk mengonsumsi obat untuk mengatasi masuk angin.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai merasakan sakit di bagian perut kiri bawah. Setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit, dokter awalnya mendiagnosisnya dengan masalah lambung. Sayangnya, setelah mengonsumsi obat lambung selama empat bulan, kondisinya tidak kunjung membaik.

"Aku udah drop banget nggak kuat ngapa-ngapain. Aku dibawa ke RS di daerah tempatku, jadi baru ketahuan kalau aku sakit gagal ginjal kronis udah langsung stage 5," ungkap Edi. Ia menjelaskan bahwa saat itu tensinya sudah sangat tinggi, mencapai 200-an, dan harus segera menjalani cuci darah.

Pentingnya Memperhatikan Gejala Kesehatan

Edi mengingatkan pentingnya untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala-gejala yang tidak biasa. Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah gejala tersebut berkaitan dengan masalah ginjal atau tidak. Sejak didiagnosis pada tahun 2019, ia harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Ia memperkirakan telah menjalani prosedur tersebut hampir 700 kali.

Ia juga menduga bahwa kondisi hipertensinya yang menyebabkan gagal ginjal kronis disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi mi instan secara berlebihan. Edi mengaku bahwa dulunya ia bisa mengonsumsi mi instan hampir setiap hari, bahkan lebih dari satu bungkus.

Dengan berbagi kisahnya, Edi berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan memperhatikan gejala yang mungkin muncul.

// Artikel Terkait