Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Kisah Mengharukan Seorang Remaja yang Terbangun dari Koma dan Mencari Anaknya

Clélia Verdier, seorang remaja asal Prancis, terbangun dari koma setelah tiga minggu dan mengalami kebingungan mendalam akibat kenangan palsu tentang menjadi seorang ibu dari tiga anak.

L
Lucas Fabian
14 May 2026 7 pembaca
Kisah Mengharukan Seorang Remaja yang Terbangun dari Koma dan Mencari Anaknya
Foto: Getty Images/gorodenkoff

Jakarta - Artikel ini membahas isu kesehatan mental dan percobaan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan bantuan, segera hubungi layanan kesehatan mental atau profesional medis. Anda tidak sendirian.

Clélia Verdier, seorang gadis dari Lyon, Prancis, memiliki kenangan yang sangat jelas tentang melahirkan tiga anak kembar. Ia masih dapat merasakan sakitnya kontraksi, kebahagiaan saat memeluk ketiga putrinya untuk pertama kali, serta kesedihan mendalam ketika salah satu dari mereka meninggal dunia segera setelah dilahirkan. Namun, kenyataan yang harus ia hadapi adalah bahwa Clélia tidak pernah hamil, tidak pernah melahirkan, dan bukan seorang ibu. Semua kenangan indah dan menyakitkan selama tujuh tahun itu hanyalah fragmen memori yang terbentuk saat ia berada dalam koma medis selama tiga minggu.

Kehidupan Tujuh Tahun dalam Tiga Minggu

Dalam sebuah wawancara dengan Daily Mail, Clélia menceritakan bagaimana ia dilarikan ke rumah sakit pada bulan Juni 2025 setelah mencoba mengakhiri hidupnya. Tim medis memutuskan untuk menempatkannya dalam koma induksi. Selama tiga minggu, tubuhnya terbaring kaku, sementara pikirannya menciptakan realitas alternatif yang sangat rinci.

Di dalam mimpinya, ia memberi nama ketiga anaknya sebagai Mila, Miles, dan Maïlée. Ia mengingat dengan jelas setiap detail kepribadian mereka; salah satu dari mereka sangat pemalu, sementara yang lainnya penuh energi. "Saya ingat momen jalan-jalan, makan bersama, hingga membacakan cerita sebelum tidur. Saya mencintai mereka dengan sepenuh hati," kenangnya.

Bagi Clélia, pengalaman tersebut tidak terasa seperti mimpi yang berlalu begitu saja. Ia merasakan emosi dan fisik yang sangat nyata. Ketika ia akhirnya terbangun, pertanyaan pertama yang ia ajukan kepada staf medis adalah, "Di mana anak-anak saya?"

Duka Atas Kehilangan yang 'Tidak Nyata'

Keluarga dan tim medis terkejut ketika Clélia bersikeras memberi tahu orang tuanya bahwa mereka telah menjadi kakek dan nenek. Butuh waktu yang cukup lama baginya untuk menerima kenyataan bahwa tujuh tahun hidupnya sebagai seorang ibu hanyalah ilusi.

Hampir setahun setelah ia terbangun, Clélia mengaku masih merasakan kehilangan. "Saya hidup sebagai seorang ibu. Meskipun itu 'hanya mimpi', dengan semua yang saya rasakan dan alami, saya akan selalu menjadi ibu mereka. Itu adalah satu-satunya realitas saya untuk sementara waktu," ujarnya dengan penuh kesedihan.

Penjelasan Medis: Mengapa Memori Koma Begitu Nyata?

Fenomena yang dialami Clélia bukanlah hal yang asing dalam dunia medis. Stephan Mayer, direktur perawatan neurokritis di Mount Sinai Health System, menjelaskan bahwa koma medis berbeda dari koma akibat trauma. Dalam koma medis, otak sering kali menangkap "sekilas kesadaran" seperti televisi tua yang penuh dengan statik atau bintik-bintik semu.

Gambaran tersebut muncul hanya dalam waktu singkat, lalu menghilang lagi. Yang dialami pasien adalah kumpulan kilasan kesadaran yang terputus-putus dan tidak terhubung," jelas Mayer.

// Artikel Terkait