Wednesday, 01 July 2026
Politik & Hukum

Ketua PDIP Soroti Pernyataan Hashim mengenai Kudeta dan Wibawa Prabowo di TNI

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyoroti pernyataan Hashim terkait potensi kudeta yang dapat menciptakan keraguan mengenai wibawa Prabowo Subianto di kalangan TNI.

A
Aulia Rahmawati
10 April 2026 32 pembaca
Ketua PDIP Soroti Pernyataan Hashim mengenai Kudeta dan Wibawa Prabowo di TNI
Sumber gambar: jpnn.com
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan oleh Hashim Djojohadikusumo mengenai kemungkinan adanya kudeta. Dalam pandangannya, pernyataan tersebut tidak hanya menciptakan kekhawatiran, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai wibawa Prabowo Subianto di mata Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Andreas menegaskan bahwa pernyataan Hashim yang mengindikasikan adanya ancaman kudeta dapat berdampak negatif pada stabilitas politik di Indonesia. "Pernyataan tersebut seharusnya tidak diabaikan, karena bisa mengganggu kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional, terutama di kalangan TNI," ujarnya. Ia menambahkan bahwa TNI selama ini dikenal sebagai institusi yang kokoh dan memiliki komitmen terhadap demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Dalam konteks ini, pertanyaan mengenai wibawa Prabowo sebagai seorang mantan jenderal dan Menteri Pertahanan pun menjadi semakin relevan. Menurut Andreas, jika TNI kehilangan kepercayaan akibat pernyataan tersebut, maka posisi Prabowo di dalamnya juga akan dipertanyakan. "Apakah pernyataan kudeta ini mencerminkan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap kepemimpinan Prabowo? Ini yang harus dijawab oleh semua pihak," ujar Andreas.

Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan adik dari Prabowo, sebelumnya mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi kudeta. Ia menyatakan bahwa situasi politik saat ini bisa memicu ketidakstabilan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil alih kekuasaan. "Kita tidak bisa mengabaikan bahwa ketidakpastian politik seringkali membuka peluang bagi tindakan-tindakan ekstrem seperti kudeta," kata Hashim.

Pernyataan tersebut jelas menciptakan ketegangan, tidak hanya di ranah politik, tetapi juga di kalangan masyarakat yang semakin khawatir akan masa depan demokrasi di Indonesia. Andreas memastikan bahwa PDIP akan terus memantau perkembangan situasi dan berupaya menjaga stabilitas politik. "Kami mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga demokrasi dan tidak terpancing dengan isu-isu yang bisa memecah belah kita," jelasnya.

Ke depan, dinamika politik di Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan para pemimpin untuk meredakan ketegangan dan membangun kepercayaan di antara institusi. Krisis kepercayaan seperti ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak, terutama dalam konteks menghadapi tantangan yang lebih besar yang mungkin muncul di masa mendatang. Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan selanjutnya akan sangat dinanti oleh masyarakat dan kalangan politik.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait