Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

Ketua MPR Soroti Masih Ada Anak Sekolah yang Berangkat Tanpa Sarapan di Usia 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti adanya ketimpangan antara kemajuan bangsa dan kenyataan sosial yang dihadapi sebagian masyarakat, termasuk anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa sarapan.

A
Aulia Rahmawati
14 August 2026 22 pembaca
81 Tahun Indonesia Merdeka, Ketua MPR Ungkit Masih Ada Anak Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan
81 Tahun Indonesia Merdeka, Ketua MPR Ungkit Masih Ada Anak Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan adanya kontradiksi antara kemajuan yang dicapai bangsa Indonesia dan realitas sosial yang masih dihadapi oleh sebagian masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR serta DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat (14/8).

Dalam pidatonya, Muzani memulai dengan memberikan apresiasi terhadap pencapaian Indonesia setelah lebih dari 81 tahun merdeka, yang terlihat melalui berbagai pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri. "Bangsa kita telah membangun infrastruktur, memperluas pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, mengembangkan industri, memperkuat pertanian, memperluas perlindungan sosial, dan mengangkat jutaan warga dari kemiskinan,” ungkap Muzani.

Realitas Sosial yang Masih Dihadapi

Namun, ia juga menekankan bahwa di tengah kemajuan tersebut, masih terdapat masalah mendasar yang dialami oleh anak-anak dan keluarga di berbagai daerah di Tanah Air. Muzani menyoroti, masih ada anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa sarapan. "Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan,” jelasnya.

Pentingnya Program Makan Bergizi Gratis

Menanggapi tantangan ini, Muzani menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah nyata dari pemerintah. Ia menyatakan bahwa program ini bukan hanya sekadar bantuan sosial, melainkan juga merupakan fondasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. "Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan. Ia merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas,” tambah Muzani.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemenuhan gizi menjadi modal utama agar anak-anak Indonesia dapat bersaing di tingkat global. "Mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bisa bersaing secara kompetitif," tutupnya.

// Artikel Terkait