Wednesday, 01 July 2026
Finansial

Keterlambatan Pengeluaran Barang di Tanjung Priok Picu Penumpukan Kontainer

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkapkan bahwa hampir 10.000 kontainer menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok akibat keterlambatan perusahaan importir dalam mengeluarkan barang.

N
Naufal Akbar Abdila
17 June 2026 44 pembaca
Ilustrasi. Foto: Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi. Foto: Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
suara.com Sumber: suara.com

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menginformasikan bahwa penumpukan hampir 10.000 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, disebabkan oleh lambatnya perusahaan importir dalam mengeluarkan barang dari pelabuhan. Hal ini terjadi karena perusahaan lebih memilih untuk membiarkan barang-barang mereka berada di pelabuhan, mengingat biaya penyimpanan di sana lebih murah dibandingkan dengan tempat lainnya.

Penyebab Penumpukan Kontainer

Djaka Budi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menjelaskan bahwa penumpukan tersebut bukan disebabkan oleh masalah administrasi kepabeanan, melainkan oleh keputusan perusahaan importir yang tidak segera mengeluarkan barang dari pelabuhan. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Djaka menegaskan, “Keberadaan Bea Cukai sebagai lini terdepan di pelabuhan pada saat pelayanan keluar-masuk barang, sudah sesuai dengan standar yang diharapkan oleh nasional.”

Ia memberikan contoh kasus perusahaan otomotif seperti BYD dan Wuling yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan dengan tidak segera mengeluarkan barang mereka. “Contohnya seperti BYD, kemudian dari Wuling, itu masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) keluar, bahkan lebih dari dua minggu dia tidak angkat ke luar. Kemarin itu hampir sekitar 10 ribu kontainer yang masih ada di pelabuhan,” ungkap Djaka.

Tindakan Bea Cukai untuk Mengatasi Masalah

Untuk mengatasi penumpukan ini, Bea Cukai mengambil langkah tegas dengan meminta perusahaan-perusahaan importir untuk segera mengeluarkan barang mereka agar tidak mengganggu durasi inap barang di pelabuhan. “Sehingga kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan,” tambah Djaka.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dari sisi kepabeanan, semua administrasi telah diselesaikan, namun yang menjadi masalah adalah pengeluaran barang dari pelabuhan. Djaka juga mencurigai bahwa perusahaan-perusahaan tersebut membiarkan barang mereka di pelabuhan lebih lama karena biaya penyimpanan yang lebih ekonomis. “Mengingat cost yang lebih murah daripada di luar, mereka memanfaatkan itu. Mungkin ke depannya kita akan segera mendorong mereka ke lini 2 di tempat di luar pelabuhan,” jelasnya.

// Artikel Terkait