Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa lonjakan gula darah hanya disebabkan oleh konsumsi makanan manis, porsi nasi yang berlebihan, atau kurangnya aktivitas fisik. Namun, ada faktor lain yang sering diabaikan, yaitu kebiasaan begadang. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism tahun 2026 menunjukkan bahwa satu malam begadang dapat mengganggu respons gula darah dalam tubuh.
Menurut penelitian tersebut, meskipun tubuh dalam keadaan sehat, kurang tidur semalam dapat mengakibatkan sistem pengaturan gula darah tidak berfungsi dengan baik. Saat tidur, tubuh seharusnya memasuki fase pemulihan di mana hormon diatur ulang dan sel-sel memperbaiki diri. Namun, ketika seseorang begadang, ritme alami ini terganggu, sehingga keesokan harinya kadar gula darah setelah makan lebih tinggi dan penurunannya lebih lambat. Hal ini menunjukkan bahwa respons insulin tidak bekerja seefisien saat tubuh mendapatkan cukup tidur.
Lonjakan gula darah yang terjadi akibat kurang tidur mungkin tidak langsung terasa. Banyak orang merasa baik-baik saja meskipun tidak tidur cukup. Namun, tubuh sebenarnya berusaha lebih keras untuk menstabilkan kadar gula darah keesokan harinya. Jika kebiasaan begadang terus berlanjut, gangguan kecil ini dapat menumpuk, membuat tubuh kesulitan mengendalikan gula darah, dan pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula. Jika kondisi ini berlangsung lama, dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, pradiabetes, hingga diabetes tipe 2. Oleh karena itu, menjaga pola tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan.
Seringkali, perhatian lebih diberikan pada pola makan dalam mengelola gula darah. Konsumsi minuman manis, porsi makan berlebihan, dan kebiasaan ngemil yang tinggi karbohidrat memang dapat memicu lonjakan gula darah. Namun, pola tidur yang buruk, seperti tidur larut atau begadang, juga berkontribusi pada kesulitan tubuh dalam mengatur gula darah. Respons insulin menurun saat tubuh kurang tidur, sehingga kadar gula darah lebih sulit turun setelah makan.
Menjaga gula darah tidak hanya bergantung pada apa yang dimakan dan seberapa sering berolahraga, tetapi juga pada waktu tidur yang teratur. Tubuh memerlukan tidur yang cukup agar sistem metabolisme dapat berfungsi dengan baik setiap hari. Ada anggapan bahwa tidur yang hilang bisa diganti keesokan harinya, namun kenyataannya, tubuh memiliki jam biologis yang mengikuti siklus siang dan malam. Tidur siang yang panjang setelah begadang tidak selalu dapat menghapus dampak negatif pada metabolisme.
Oleh karena itu, individu yang sering tidur larut, bekerja shift malam, atau memiliki kebiasaan menonton serial hingga dini hari perlu lebih waspada terhadap kesehatan gula darah mereka, meskipun merasa masih muda dan sehat.