Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, melakukan pertemuan dengan Menteri Brasil, Márcio Fernando Elias Rosa, di Jaipur, India, pada 9 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas kemungkinan pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia-Mercosur yang bertujuan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kerja sama perdagangan secara bertahap.
Brasil menyambut baik usulan ini, mengingat total perdagangan antara Indonesia dan Brasil mencapai USD3,53 miliar selama periode Januari hingga Juni 2026. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif antara kedua negara.
Peluang Kerja Sama yang Diharapkan
Budi Santoso menekankan bahwa Indonesia terbuka untuk pembentukan PTA sebagai langkah pragmatis dalam memperkuat hubungan perdagangan dengan Mercosur. Ia menyatakan, “Indonesia terbuka dengan opsi PTA sebagai langkah awal untuk memperkuat kerja sama perdagangan dengan Mercosur. Kami berharap, kerja sama PTA dapat berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif. Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia–Mercosur PTA.”
Usulan PTA diajukan sebagai alternatif karena negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Mercosur belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Budi juga menyadari bahwa dinamika di antara negara-negara anggota Mercosur, termasuk perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia, memengaruhi proses negosiasi CEPA.
Membangun Akses Pasar yang Lebih Luas
Melalui PTA, Indonesia berupaya membangun kerja sama perdagangan secara bertahap dengan Mercosur, dengan harapan jangka panjang untuk menciptakan kemitraan ekonomi yang lebih luas. Kerja sama ini juga bertujuan untuk membuka akses pasar bagi produk kedua negara di masing-masing kawasan.
Budi menjelaskan, “Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing. Brasil dapat menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Amerika Latin, sementara Indonesia dapat menjadi pintu masuk bagi produk Brasil ke pasar Asia.”
Menteri Márcio menyatakan dukungannya terhadap usulan Indonesia dan terbuka untuk melanjutkan diskusi mengenai kerja sama Indonesia-Mercosur. Brasil akan mempelajari lebih lanjut mengenai usulan tersebut. Dari segi perdagangan, hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan nilai yang signifikan, dengan total perdagangan mencapai USD3,53 miliar pada Januari hingga Juni 2026, di mana ekspor Indonesia tercatat sebesar USD1,17 miliar.
Selama tahun 2025, total perdagangan antara kedua negara mencapai USD7 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Brasil mencapai USD2,21 miliar. Produk utama yang diekspor Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani dan nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet dan barang dari karet, serta bahan bakar mineral.
Sementara itu, produk utama yang diimpor Indonesia dari Brasil termasuk ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, kapas, tembakau, serta bijih, kerak, dan abu logam.