Sunday, 16 August 2026
Finansial

--- Kerja Sama Pegadaian dan Universitas Andalas dalam Penelitian Mitigasi Bencana ---

--- PT Pegadaian (Persero) dan Universitas Andalas berkolaborasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa dan tsunami melalui hasil riset yang diserahkan kepada pemer...

A
Arga Pratama
03 July 2026 91 pembaca
Penyerahan hasil riset kolaboratif, di Kampus Universitas Andalas Padang, Senin (29/6/2026). (Dok: Pegadaian)
Penyerahan hasil riset kolaboratif, di Kampus Universitas Andalas Padang, Senin (29/6/2026). (Dok: Pegadaian)
suara.com Sumber: suara.com
---TITLEEXCERPT--- PT Pegadaian (Persero) dan Universitas Andalas berkolaborasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa dan tsunami melalui hasil riset yang diserahkan kepada pemerintah setempat. ---CONTENT---

PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) mengambil langkah proaktif untuk melindungi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dengan menyerahkan hasil penelitian mengenai Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang. Penyerahan hasil riset tersebut berlangsung di Kampus Universitas Andalas pada hari Senin, 29 Juni 2026, dan diterima langsung oleh Walikota Padang, Fadly Amran.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama pada pilar sosial dan ketahanan komunitas. Melalui program Pegadaian Peduli, perusahaan menunjukkan bahwa fokusnya tidak hanya pada pertumbuhan inklusi finansial, tetapi juga pada keselamatan dan investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat di daerah rawan bencana.

Model Mitigasi Berbasis Masyarakat

Riset kolaboratif ini berhasil menghasilkan cetak biru untuk model mitigasi bencana yang berbasis masyarakat. Model ini mengintegrasikan lima instrumen utama, yaitu: teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai tempat perlindungan dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, serta edukasi masyarakat yang dilengkapi dengan simulasi kebencanaan mandiri.

Dengan tingginya potensi ancaman gempa megathrust Mentawai dan risiko tsunami di pesisir Kota Padang, diperlukan solusi yang tidak hanya bergantung pada infrastruktur besar milik pemerintah, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam penyelamatan. Salah satu inovasi utama dari riset ini adalah penempatan masjid sebagai simbol kesiapsiagaan darurat. Dalam model ini, masjid berfungsi sebagai tempat perlindungan sementara, pusat informasi, serta ruang koordinasi bagi warga saat terjadi krisis.

Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas, menyatakan, "Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa. Kami berharap model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia."

Hasil penelitian yang diserahkan kepada pemangku kepentingan juga dilengkapi dengan bantuan fisik berupa perangkat pendukung untuk sistem peringatan dini yang mudah dirawat oleh masyarakat. Sinergi ini menegaskan bahwa hilirisasi riset universitas yang didukung oleh pendanaan dari dunia usaha dapat mempercepat penanganan isu-isu krusial di daerah.

Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT Pegadaian (Persero) atas dukungan yang diberikan. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pegadaian (Persero) yang telah memberikan kepercayaan, dukungan pendanaan, serta fasilitas penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik."

Walikota Padang, Fadly Amran, juga memberikan apresiasi kepada Pegadaian dan Universitas Andalas atas inisiatif riset tersebut. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan hasil riset dengan sebaik-baiknya. "Kepada masyarakat, khususnya Pasie Nan Tigo, saya berharap apa yang telah diserahkan oleh Pegadaian dan Unand ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Semakin siap masyarakat, maka semakin besar peluang kita bertahan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi," ungkap Fadly.

Ke depan, sinergi antara dunia usaha, akademisi, pemerintah daerah, media, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk membangun budaya sadar bencana yang tangguh dan berkelanjutan. PT Pegadaian (Persero) berkomitmen untuk tetap menjadi korporasi yang adaptif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

// Artikel Terkait