Sunday, 16 August 2026
Tekno

Kepala Instagram: Konten AI Justru Tingkatkan Nilai Kreator Manusia

Adam Mosseri, Kepala Instagram, berpendapat bahwa meningkatnya konten buatan AI dapat membuat kreativitas dan keaslian dari kreator manusia semakin dicari. Ia menekankan pentingnya sosok di balik kont...

L
Lucas Fabian
14 July 2026 72 pembaca
Kepala Instagram Adam Mosseri menyatakan lonjakan konten AI justru meningkatkan nilai kreator manusia. (Foto: Getty Images via AFP/ROY ROCHLIN)
Kepala Instagram Adam Mosseri menyatakan lonjakan konten AI justru meningkatkan nilai kreator manusia. (Foto: Getty Images via AFP/ROY ROCHLIN)

Jakarta, CNN Indonesia -- Adam Mosseri, yang menjabat sebagai Kepala Instagram, mengungkapkan bahwa lonjakan konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) justru berpotensi meningkatkan nilai para kreator manusia. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran yang melanda industri kreator mengenai maraknya konten sintetis.

"Di dunia yang dibanjiri konten sintetis, saya justru berpikir orang akan makin mencari kreativitas, autentisitas, dan sosok manusia—bukan makin sedikit," ungkap Mosseri dalam podcast yang dipandu oleh Lenny Rachitsky pada Kamis (9/7), seperti yang dilansir dari Business Insider.

Investasi pada Kreator Manusia

Sejak menjabat di bawah Meta pada tahun 2018, Mosseri menyatakan bahwa Instagram telah lama berinvestasi pada para kreator karena pengguna lebih peduli pada sosok di balik konten, bukan hanya pada konten itu sendiri. Ia menekankan bahwa Instagram tidak hanya berfokus pada konten, tetapi juga pada perspektif dan alasan di balik pembagian konten tersebut. Menurutnya, aspek-aspek ini akan semakin penting seiring dengan meningkatnya konten yang dihasilkan oleh AI.

Pernyataan Mosseri muncul di saat industri kreator berjuang menghadapi semakin banyaknya influencer yang dihasilkan oleh AI, model virtual, dan video sintetis. Banyak kreator merasa khawatir bahwa teknologi ini dapat mengancam mata pencaharian mereka, terutama ketika merek mulai bereksperimen dengan sosok digital yang tidak memerlukan gaji, cuti, atau bahkan tidur.

Pandangan Mosseri tentang AI dan Konten Manusia

Walaupun demikian, Mosseri tetap optimis bahwa AI pada akhirnya akan meningkatkan nilai dari konten yang dihasilkan oleh manusia. Ia pernah menyatakan bahwa AI telah "membunuh" estetika gambar di Instagram, karena gambar yang terlalu sempurna kini dianggap mudah diproduksi dan membosankan untuk dilihat.

Di sisi lain, Mosseri berpendapat bahwa AI bisa menjadi pendorong positif bagi Instagram, meskipun ia mengakui bahwa hal tersebut juga membawa tantangan tersendiri. Ia menegaskan bahwa alih-alih membatasi unggahan yang dihasilkan oleh AI, Instagram sebaiknya membantu pengguna untuk memahami jenis konten yang mereka lihat. "Saya rasa kami tidak perlu menyaring konten AI. Menurut saya, kami cukup memberi tahu apakah suatu konten dibuat AI atau tidak," ujarnya.

Lebih lanjut, Mosseri menekankan bahwa konten seharusnya dinilai berdasarkan kualitas dan sosok di baliknya, bukan hanya dari alat yang digunakan untuk membuatnya. Ia juga menambahkan bahwa Instagram perlu lebih baik dalam membedakan antara konten AI yang berkualitas tinggi dan yang berkualitas rendah, meskipun ia percaya bahwa keunggulan jangka panjang platform tetap terletak pada kemampuannya untuk menghubungkan orang dengan orang lain.

// Artikel Terkait