Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Kenali Perbedaan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung

Nyeri dada yang disebabkan oleh GERD dan serangan jantung sering kali membingungkan. Meskipun keduanya memiliki gejala yang mirip, terdapat perbedaan penting yang perlu diperhatikan.

I
Intan Permatasari
16 May 2026 4 pembaca
Kenali Perbedaan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung
Foto: Ilustrasi serangan jantung (Getty Images/Chinnapong)

Jakarta - Nyeri dada yang disebabkan oleh GERD (gastroesophageal reflux disease) dan serangan jantung sering kali saling tertukar. Kedua kondisi ini memiliki gejala nyeri dada yang serupa, namun ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Apa saja gejala yang dapat membedakan keduanya?

Gejala Nyeri Dada Serangan Jantung

Menurut informasi dari Mayo Clinic, serangan jantung biasanya ditandai dengan nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat hebat, disertai kesulitan bernapas. Gejala ini sering kali muncul setelah melakukan aktivitas fisik. Namun, tanda dan gejala serangan jantung dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Rasa panas di dada bisa menjadi salah satu gejala yang menyertai serangan jantung.

Beberapa tanda dan gejala umum dari serangan jantung meliputi:

  • Tekanan, rasa sesak, atau sensasi meremas di dada atau lengan yang dapat menjalar ke leher, rahang, atau punggung.
  • Mual, gangguan pencernaan, nyeri ulu hati, atau sakit perut.
  • Sesak napas.
  • Keringat dingin.
  • Kelelahan.
  • Pusing atau kepala terasa ringan secara tiba-tiba.

Gejala Nyeri Dada GERD

Nyeri dada yang disebabkan oleh GERD biasanya dirasakan sebagai sensasi menusuk atau terbakar yang menyakitkan, terletak di tengah dada, tepat di belakang tulang dada atau di bawahnya. Sensasi terbakar ini cenderung tidak menyebar ke area lain.

Gejala lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Nyeri atau kesulitan saat menelan.
  • Kembung.
  • Bersendawa atau cegukan.
  • Bau mulut.
  • Sakit atau iritasi tenggorokan.
  • Rasa tidak enak atau asam di mulut.

Pendapat Dokter

Spesialis jantung, Dr. Muhammad Yamin SpJP (K), menjelaskan bahwa ada beberapa gejala yang mirip antara serangan jantung dan GERD, seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan keringat dingin. "Jadi, jangan semua gejala GERD dipastikan hanya GERD. Jika seseorang baru saja melakukan aktivitas, berolahraga, atau mengalami stres berat dan merasakan nyeri lambung yang menjalar ke dada atau leher, jangan langsung menganggap itu GERD," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa jika gejala tersebut muncul berulang kali, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun dan memiliki faktor risiko seperti merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, atau diabetes.

Dr. Yamin juga menjelaskan bahwa ada gejala khas yang dapat membedakan serangan jantung dari GERD. "Gejala serangan jantung yang klasik adalah nyeri dada di tengah yang menjalar ke leher atau lengan kiri, biasanya dipicu oleh aktivitas, olahraga, atau emosi, dan umumnya mereda dengan istirahat," jelasnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada 5-10 persen kasus yang tidak khas, di mana gejala yang dirasakan bisa berbeda.

"Tapi ada 5 sampai 10 persen yang tidak khas. Kadang-kadang hanya nyeri ringan. Termasuk sesak napas, terkadang pada orang tua dengan diabetes, biasanya yang dirasakan adalah sesak, bukan nyeri," tuturnya.

// Artikel Terkait