Sunday, 16 August 2026
Finansial

Kenaikan Permintaan, China Borong 8 Kontainer Kopi Premium dari Indonesia

Konsumen dari China dan Maroko melakukan pembelian besar-besaran terhadap kopi premium Indonesia, dengan total pengiriman mencapai 38,4 ton senilai 227.443 dolar AS dari Gudang SRG Gedebage, Bandung.

A
Arga Pratama
27 July 2026 62 pembaca
Kopi premium asal Indonesia diborong konsumen China. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hma]
Kopi premium asal Indonesia diborong konsumen China. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hma]
suara.com Sumber: suara.com

Pembeli dari China dan Maroko telah melakukan pembelian kopi premium asal Indonesia sebanyak 38,4 ton dengan nilai mencapai 227.443 dolar AS dari Gudang SRG di Gedebage, Bandung. Pengelola gudang tersebut telah merencanakan pengiriman lanjutan yang terdiri dari delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash khusus untuk pasar China.

Keberhasilan ekspor ini menandakan bahwa Sistem Resi Gudang (SRG) berperan penting dalam meningkatkan daya saing komoditas kopi Indonesia di pasar internasional. Rencana pengiriman lanjutan ini muncul setelah ekspor perdana dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, berhasil dilakukan. Pengiriman ini akan dilakukan ke dua negara, yaitu Tiongkok dan Maroko.

Rincian Ekspor Pertama

Pada tahap ekspor pertama, total volume kopi yang dikirim mencapai 38,4 ton, setara dengan dua kontainer. Rinciannya, satu kontainer berisi 19,2 ton Kopi Robusta Grade 2 yang diekspor ke Maroko dengan nilai USD71.040, sementara satu kontainer lainnya berisi 19,2 ton Kopi Arabica Semi Wash yang diekspor ke China dengan nilai 156.403 dolar AS.

Peran Strategis Sistem Resi Gudang

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto, menyatakan bahwa keberhasilan ekspor ini menunjukkan semakin pentingnya peran Sistem Resi Gudang dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global. "Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa SRG tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi jembatan yang menghubungkan komoditas nasional dengan pasar internasional," ungkap Budi di Jakarta.

Tingginya permintaan dari pasar China mendorong pengelola Gudang SRG untuk merencanakan pengiriman tahap berikutnya, yang terdiri dari delapan kontainer Kopi Arabica Semi Wash dengan total volume mencapai 153,6 ton. Nilai ekspor dari pengiriman ini diperkirakan mencapai 1.251.225 dolar AS dan seluruhnya akan dikirim ke China.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa komoditas yang disimpan melalui Sistem Resi Gudang dapat mempertahankan kualitasnya sehingga memenuhi standar perdagangan internasional dan memiliki daya saing di pasar global. Selain berfungsi sebagai instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, SRG juga berperan penting dalam mendukung rantai pasok perdagangan dan memperluas akses ekspor komoditas nasional.

PT Kliring Berjangka Indonesia, sebagai BUMN pertama yang menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG, terus memperkuat ekosistem Sistem Resi Gudang dengan menyediakan registrasi yang aman, transparan, dan akuntabel. "Sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia akan terus memperkuat tata kelola, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin luas serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," tutup Budi.

// Artikel Terkait