Wednesday, 27 May 2026
Finansial

Kenaikan Harga Sapi Jelang Iduladha 2026, Pedagang Sebut Ini Penyebabnya

Harga sapi menjelang Iduladha 2026 mengalami lonjakan signifikan hingga 25 persen dibandingkan tahun lalu, disebabkan oleh meningkatnya biaya pakan. Sapi bali menjadi pilihan alternatif karena lebih e...

N
Nabila Safira Putri
20 May 2026 9 pembaca
Kenaikan Harga Sapi Jelang Iduladha 2026, Pedagang Sebut Ini Penyebabnya
harga sapi kurban 2026 (dibuat menggunakan AI)
suara.com Sumber: suara.com

Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga sapi jawa mengalami kenaikan yang cukup tajam, mencapai 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya biaya pakan yang harus ditanggung oleh para peternak. Masyarakat kini mulai melirik sapi bali sebagai alternatif, mengingat biaya pemeliharaannya yang lebih efisien dan harga jual yang lebih stabil.

Lonjakan harga hewan kurban ini terlihat dari penjualan di berbagai pasar, di mana permintaan tetap tinggi meskipun harga mengalami kenaikan. Seorang pedagang hewan kurban bernama Pepeng (30) menyatakan bahwa tren kenaikan harga sapi jawa sudah mulai terasa sejak awal musim pembukaan pasar kurban tahun ini. "Kalau sapi jawa memang naik lumayan tinggi tahun ini," ungkapnya.

Kenaikan Harga Modal Sapi Jawa

Pepeng menjelaskan bahwa pada tahun lalu, harga modal untuk satu ekor sapi jawa berukuran standar berkisar di angka Rp20 juta. Namun, saat ini harga tersebut telah melonjak menjadi sekitar Rp25 juta. "Tahun lalu modal sapi jawa sekitar Rp20 juta, sekarang bisa sampai Rp25 juta," jelasnya.

Penyebab Kenaikan Harga

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh para pedagang, kenaikan harga sapi jawa ini disebabkan oleh tingginya biaya pemeliharaan, khususnya dalam pengadaan pakan berkualitas. Sapi jawa memerlukan formula pakan dan perlakuan khusus agar pertumbuhan bobot dagingnya optimal sebelum hari penyembelihan. "Peternak juga mengaku sekarang biaya pakannya naik. Sapi jawa itu perlu pakan yang lebih khusus supaya cepat gemuk dan kualitasnya bagus," tambah Pepeng.

Karakteristik biologis sapi jawa yang lebih rumit dalam pemeliharaan dibandingkan dengan sapi bali membuat biaya pemeliharaan menjadi lebih tinggi. Sapi bali, menurut pengalaman para pedagang, lebih efisien dalam hal pemeliharaan karena memiliki daya adaptasi yang baik dan tidak tergantung pada pakan mahal. "Kalau sapi bali relatif lebih gampang. Pakannya enggak semahal sapi jawa, tapi lebih mudah gemuk juga. Rumput liar gitu juga bisa," jelasnya.

Perbedaan biaya pemeliharaan ini membuat harga jual sapi bali pada musim kurban tahun 2026 cenderung lebih stabil, menjadikannya pilihan yang menarik bagi masyarakat yang ingin berkurban. Meskipun harga sapi jawa mengalami kenaikan yang signifikan, minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban tetap terpantau normal, tanpa adanya indikasi penurunan daya beli yang drastis.

// Artikel Terkait