Wednesday, 01 July 2026
Finansial

Kenaikan Harga Pertamax, Pengemudi Ojol Tetap Setia dengan Pertalite

PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Meskipun demikian, pengemudi ojek online di Depok tetap menggunakan BBM Pertalite untuk opera...

D
Dewi Kartika Lestari
14 June 2026 23 pembaca
Ilustrasi Pengemudi ojek online. (Suara.com/Alfian Winanto)
Ilustrasi Pengemudi ojek online. (Suara.com/Alfian Winanto)
suara.com Sumber: suara.com

PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026. Meskipun harga Pertamax mengalami lonjakan, pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Depok menyatakan bahwa mereka tidak terpengaruh pada biaya operasional harian karena tetap menggunakan BBM Pertalite.

Kenaikan harga Pertamax ini dapat berdampak pada harga bahan pokok, yang berpotensi membebani pengeluaran rumah tangga para pengemudi. Salah satu pengemudi ojol bernama Mahdi, yang berasal dari Depok, mengungkapkan bahwa ia telah menggunakan BBM Subsidi Pertalite sejak awal bergabung sebagai pengemudi ojol. Ia menyatakan, "Saya dari awal pakai pertalite tapi kalau antri panjang kita pasti ke pertamax. Berhubung BBM pertamax naik, saya jadi pakai pertalite terus sekarang."

Pertalite Sebagai Pilihan Utama

Mahdi menambahkan bahwa ia merasa bersyukur masih bisa menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama, sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga Pertamax. Meskipun operasionalnya sebagai pengemudi ojol tidak langsung terdampak, ia mencatat bahwa kenaikan harga Pertamax berimbas pada meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok. "Pengeluaran sehari-hari saya jadi semakin terasa karena harga berbagai kebutuhan pokok naik, kayak cabai, bawang, dan minyak ikut naik," ujarnya.

Strategi Mempertahankan Pendapatan

Untuk menjaga kebutuhan rumah tangga di tengah kenaikan harga bahan pokok, Mahdi kini fokus untuk mempertahankan jumlah pesanan agar tetap stabil. Ia berharap dengan banyaknya order yang masuk, pendapatannya juga dapat terjaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Sangat penting untuk mempertahankan jumlah order apalagi di situasi dan kondisi saat ini. Alhamdulillah saat ini jumlah order masuk masih relatif stabil," tuturnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Mahdi mengungkapkan rasa syukurnya masih dapat bekerja sebagai pengemudi ojol dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia juga berharap agar aplikator memberikan penghargaan kepada pengemudi yang aktif dalam mencari dan menyelesaikan order. "Kita cukup alhamdulilah kita masih bisa cari rezeki jadi ojol. Harapannya paling banyakin lagi hadiahnya buat mitra yang berprestasi. Kalau buat pemerintah tolong lebih melek lagi kepada rakyat," ungkap Mahdi.

Pada tanggal yang sama, PT Pertamina Patra Niaga juga menaikkan harga Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan harga ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

// Artikel Terkait