Sunday, 17 May 2026
Finansial

Kenaikan Harga Minyak Goreng Premium Dipicu Lonjakan CPO Global

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng premium disebabkan oleh peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional, bukan hanya masalah distribusi...

S
Salsabila Nur Azzahra
14 May 2026 7 pembaca
Kenaikan Harga Minyak Goreng Premium Dipicu Lonjakan CPO Global
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan. [Suara.com/Fakhri]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa harga minyak goreng premium yang meningkat di Indonesia lebih disebabkan oleh lonjakan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global. Produk minyak goreng premium tidak termasuk dalam program subsidi, sehingga harga jualnya harus mengikuti mekanisme pasar internasional.

Dalam kunjungannya ke Pasar Palmerah, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026), Budi menyatakan, "Kalau kita lihat memang seperti itu karena memang premium, kemudian di luar Minyakita ya, pasti dia menyesuaikan dengan harga CPO yang sekarang lagi naik sekarang ini." Ia menambahkan bahwa ketika harga CPO dunia meningkat, biaya produksi minyak goreng premium juga akan terdorong naik karena bahan baku utamanya mengalami kenaikan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga

Selain harga bahan baku, Budi juga mengungkapkan bahwa faktor distribusi dan biaya logistik turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga jual di pasar. "Kemudian harga minyak, distribusi dan sebagainya," ujarnya.

Budi menjelaskan bahwa kondisi ini berbeda dengan Minyakita, yang dirancang pemerintah sebagai instrumen untuk menstabilkan harga melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Dengan demikian, ketika harga minyak premium meningkat, Minyakita diharapkan dapat berfungsi sebagai penyeimbang agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.

Harapan untuk Normalisasi Harga

Walaupun harga minyak premium mengalami tekanan, pemerintah menilai bahwa kenaikan tersebut masih dalam konteks penyesuaian pasar global, terutama karena Indonesia sebagai produsen sawit terhubung dengan dinamika harga internasional. Budi berharap bahwa ketika harga CPO dunia kembali normal, tekanan terhadap harga minyak premium di dalam negeri juga akan mereda. "Yang mudah-mudahan kalau semuanya sudah normal kembali harga juga akan turun," tutupnya.

// Artikel Terkait