Sunday, 16 August 2026
Tekno

Kementerian Komunikasi Tinjau Portal Perlindungan Sosial untuk Akurasi Data Bansos

Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan peninjauan terhadap sistem Portal Perlindungan Sosial untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial. Kegiatan ini melibatkan dialog dengan pemerinta...

A
Adib Ahmad Rizaldi
29 July 2026 52 pembaca
(Foto: dok Komdigi)
(Foto: dok Komdigi)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Badan Komunikasi Pemerintah mengadakan tinjauan terhadap implementasi sistem Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang berfungsi sebagai wadah untuk sinkronisasi data antar kementerian dan lembaga. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan dengan akurat dan tepat sasaran. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Tambaksari, Surabaya, di mana rombongan melakukan dialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Dalam tinjauan tersebut, terlihat bahwa data penerima bantuan kini diverifikasi melalui sistem yang menghubungkan berbagai basis data pemerintah. Aris Kurniawan, Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemkomdigi, menjelaskan bahwa Portal Perlinsos Digital memanfaatkan keterhubungan data antar kementerian dan lembaga, sehingga penentuan penerima bantuan tidak hanya bergantung pada satu sumber data. Saat ini, informasi mengenai kependudukan, status pekerjaan, kepemilikan aset, hingga penggunaan listrik dapat diverifikasi secara otomatis untuk menghasilkan data yang lebih akurat.

Tujuan dan Manfaat Portal Perlinsos

Aris menekankan bahwa tujuan dari sistem ini adalah untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Dengan data yang semakin terintegrasi, potensi salah sasaran dalam penyaluran bantuan dapat diminimalkan. Dalam pelaksanaannya, Kemkomdigi juga menyediakan Pusat Data Nasional (PDN) dan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang berfungsi sebagai infrastruktur untuk memungkinkan pertukaran data antar kementerian dan lembaga berlangsung dengan aman dan real-time.

Sinkronisasi data ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Proses verifikasi calon penerima bantuan menjadi lebih cepat dan objektif, mengurangi potensi data ganda, serta memudahkan identifikasi warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi sehingga bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran. Pemerintah juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperbaiki data jika ditemukan ketidaksesuaian melalui mekanisme sanggah. Seluruh pertukaran data dilakukan dengan persetujuan masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dan dilindungi oleh teknologi enkripsi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Hasil Uji Coba dan Apresiasi Pemerintah Kota

Sampai saat ini, uji coba Portal Perlinsos Digital telah dilaksanakan di 43 kabupaten/kota, dengan Surabaya mencatatkan capaian pendataan tertinggi mencapai 99,82 persen. Tingginya partisipasi ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memastikan akurasi data penerima bantuan sebelum sistem ini diterapkan secara nasional.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat dalam mendukung uji coba Perlinsos Digital. Ia menyatakan bahwa pengalaman Surabaya menunjukkan bahwa sinkronisasi data bukan hanya soal pembaruan teknologi, tetapi juga langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Qodari menegaskan, "Yang sedang dibangun pemerintah bukan hanya sistem digital, tetapi kepercayaan publik. Ketika data semakin akurat, bantuan bisa lebih tepat sasaran, pelayanan menjadi lebih cepat, dan masyarakat memperoleh haknya dengan lebih adil."

Ke depan, interoperabilitas data yang dikembangkan melalui Portal Perlinsos Digital diharapkan dapat menjadi fondasi bagi berbagai layanan publik digital yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

// Artikel Terkait