Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa sekitar 10 hingga 15 persen dari total jamaah haji mengalami gangguan mental. Temuan ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental di kalangan jamaah haji, terutama yang berusia lanjut, menjadi perhatian serius.
Menurut data yang diperoleh, banyak lansia yang mengalami demensia di antara jamaah haji. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat kondisi kesehatan mental yang memburuk dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menjalani ibadah. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti kelelahan, cuaca ekstrem, dan perubahan lingkungan dapat memicu gangguan mental pada jamaah.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan berbagai layanan kesehatan mental selama musim haji. Tim medis akan disiagakan untuk memberikan bantuan kepada jamaah yang membutuhkan. Ke depan, diharapkan perhatian lebih dapat diberikan untuk mendukung kesehatan mental jamaah haji, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.