Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

--- Kemenkes Menanggapi Fenomena Pejabat Berobat ke Luar Negeri untuk 'Second Opinion' ---

--- Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan terkait maraknya pejabat yang memilih berobat ke luar negeri demi mendapatkan pendapat kedua. Mereka menegaskan komitmen untuk meningkatkan layanan keseh...

S
Salsabila Nur Azzahra
23 July 2026 75 pembaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions
Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan terkait maraknya pejabat yang memilih berobat ke luar negeri demi mendapatkan pendapat kedua. Mereka menegaskan komitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan di dalam negeri. ---CONTENT---

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara mengenai perhatian publik terhadap sejumlah pejabat yang memilih untuk berobat ke luar negeri demi memperoleh 'second opinion'. Kemenkes berupaya memperkuat layanan kesehatan di dalam negeri agar masyarakat, termasuk para pejabat, semakin percaya pada kualitas rumah sakit di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengomentari keputusan individu untuk berobat ke luar negeri. "Ini saya tidak menanggapi kasus per kasus atau orang per orang ya," ungkap Aji saat dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis (23/7/2026).

Fokus pada Transformasi Sistem Kesehatan

Aji menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang fokus pada transformasi sistem kesehatan, terutama dalam pelayanan kesehatan rujukan atau layanan sekunder. "Tapi saya berpendapat bahwa sebetulnya kan kita sedang melakukan transformasi kesehatan. Salah satunya adalah tentang pelayanan kesehatan rujukan atau sekunder," tambahnya.

Penguatan layanan dilakukan di berbagai aspek, termasuk kewenangan, tenaga kesehatan, tenaga medis, serta infrastruktur rumah sakit. "Artinya kita memperkuat terus. Dari sisi kewenangannya, dari sisi tenaga kesehatan, tenaga medisnya, peralatannya, infrastruktur semua kita perkuat," jelas Aji.

Harapan untuk Masyarakat di Daerah Terpencil

Kemenkes berharap dengan penguatan ini, masyarakat di berbagai daerah dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus pergi ke kota besar atau ke luar negeri. "Sehingga kita berharap sebetulnya di beberapa daerah yang selama ini mungkin pelayanan sulit diakses, kualitasnya juga mungkin belum tinggi, itu dengan adanya penguatan-penguatan kita di lapangan, di rumah sakitnya, dengan tenaganya, alat segala macam, itu tentu membantu mempermudah itu, mempercepat itu, meningkatkan kualitasnya," tambahnya.

Aji juga menegaskan bahwa masyarakat dari daerah terpencil tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai. "Orang tidak perlu dari daerah-daerah terpencil atau yang susah harus ke kota-kota besar. Yang di kota besar tidak perlu keluar (negeri)," ujarnya.

Menurut Aji, kualitas layanan kesehatan di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan berkat penguatan sumber daya kesehatan dan pembangunan infrastruktur. "Karena kami yakin memang saat ini sudah ada jauh sekali peningkatannya dari sisi kualitas pelayanan dengan penguatan SDM kesehatan dan juga infrastrukturnya," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai tren masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri, Aji menyatakan bahwa ia masih menunggu data terbaru. Namun, ia berharap tren tersebut akan menurun seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan nasional. "Saya masih cek datanya, tapi mestinya dengan adanya penguatan-penguatan kita, harusnya menurun," katanya.

Aji menekankan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di Indonesia. "Karena kita ingin ada kepercayaan publik bahwa memang ini sudah semakin bagus tingkat pelayanan kita, kualitasnya, sehingga setara dengan pelayanan kesehatan di luar negeri. Itu harapan kita," pungkasnya.

// Artikel Terkait