Sunday, 16 August 2026
Finansial

Kekacauan Pasar Global: Saham AS dan Asia Tertegun, Perhatikan Dampaknya di Pasar Modal

Pasar keuangan dunia mengalami tekanan besar setelah indeks utama Wall Street mengalami penurunan signifikan pada Jumat (17/7) akibat aksi jual besar-besaran pada saham teknologi. Ketegangan geopoliti...

D
Dimas Adhyaksa Putra
20 July 2026 77 pembaca
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
suara.com Sumber: suara.com

Indeks utama Wall Street mengalami penurunan yang signifikan pada hari Jumat (17/7) akibat aksi jual besar-besaran pada saham-saham teknologi dan semikonduktor. Ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak mentah serta menambah ketidakpastian dalam distribusi energi global.

Situasi ini menyebabkan bursa saham di Amerika Serikat jatuh, yang berdampak pada indeks-indeks di Asia, meskipun pasar modal Indonesia tetap stabil. Penutupan pasar menunjukkan bahwa indeks S&P 500 turun 1,01%, diikuti oleh Nasdaq Composite yang tergerus hingga 1,4%, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 0,77%. Sektor semikonduktor mengalami tekanan terberat, dengan ETF VanEck Semiconductor (SMH) mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir, total penurunannya mendekati 9%.

Pengaruh Persaingan Teknologi dan Geopolitik

Sentimen negatif di sektor teknologi semakin meluas setelah Moonshot AI, sebuah perusahaan rintisan dari China, meluncurkan model AI terbaru yang diklaim dapat bersaing dengan model-model AI terkemuka yang saat ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan asal AS. Selain itu, saham Netflix juga menjadi salah satu penyebab utama penurunan pasar setelah harga sahamnya anjlok lebih dari 7%.

Investor global menunjukkan kekecewaan karena proyeksi kinerja perusahaan dianggap belum cukup kuat untuk mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan bisnis di masa depan. Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran, yang kembali memanas. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam akibat serangan yang dilakukan oleh kedua negara.

Dampak di Pasar Asia

Sentimen negatif dari bursa AS dengan cepat menyebar ke pasar ekuitas Asia pada hari yang sama. Penurunan saham teknologi global menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keberlanjutan investasi di sektor AI. Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot tajam sebesar 4,03%, sementara indeks Topix melemah 2,72%. Saham SoftBank di Jepang jatuh 8,8%, pembuat peralatan cip Tokyo Electron anjlok 9%, dan saham Advantest merosot hingga 9,4%.

Di Taiwan, indeks Taiex mengalami penurunan dramatis sebesar 6,47%. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,78%, dan ASX 200 di Australia berkurang 0,50%. Indeks FTSE Straits Times di Singapura juga melemah 0,54%, sementara FTSE Malay KLCI justru mencatat kenaikan 0,54%. Sementara itu, pasar saham Korea Selatan tidak melakukan perdagangan karena merayakan hari libur umum.

// Artikel Terkait