Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Kekacauan di Prancis Akibat Gelombang Panas, Warga Berebut AC

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa menyebabkan kekacauan di Prancis, di mana banyak warga berlarian ke toko untuk mendapatkan pendingin udara. Suhu di Paris bahkan mencapai rekor di atas 40 de...

A
Arga Pratama
01 July 2026 1 pembaca
Potret warga Prancis yang panic buying AC dan kipas angin imbas suhu panas ekstrem. (Foto: Tangkapan Layar X/@Cpasdesloll)
Potret warga Prancis yang panic buying AC dan kipas angin imbas suhu panas ekstrem. (Foto: Tangkapan Layar X/@Cpasdesloll)

Gelombang panas yang ekstrem kini melanda Eropa, menciptakan situasi yang kacau di Prancis. Lonjakan suhu yang sangat tinggi memicu panic buying, di mana ratusan orang berbondong-bondong menyerbu sebuah toko di Chambery untuk mendapatkan perangkat pendingin udara.

Sebuah video amatir yang viral di media sosial menunjukkan momen menegangkan saat pintu toko dibuka. Ratusan pengunjung yang sudah menunggu dengan tidak sabar langsung berlari memasuki toko, melewati lorong-lorong dengan cepat. Banyak dari mereka terpaksa berdesakan dan saling sikut untuk mendapatkan unit pendingin udara yang tersisa. Kejadian ini mengejutkan banyak saksi dan netizen, karena situasi seperti ini dianggap sangat tidak biasa di Prancis.

Menurut berita dari News 18, Prancis adalah salah satu negara yang paling parah terkena dampak dari krisis panas yang melanda Eropa saat ini. Paris sendiri mencatatkan jumlah hari dengan suhu di atas 40 derajat Celsius pada minggu ini, jauh lebih banyak dibandingkan akumulasi seluruh periode dari tahun 1872 hingga 2019.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Pakar meteorologi menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem yang melanda Eropa ini disebabkan oleh 'heat dome' atau kubah panas. Fenomena ini terjadi akibat adanya sistem tekanan tinggi yang menjebak udara hangat di dekat permukaan, yang menyebabkan langit menjadi cerah tanpa awan, paparan sinar matahari yang sangat kuat, serta suhu tinggi yang terus-menerus.

Suhu rata-rata nasional di Prancis tercatat melonjak hingga 29,8 derajat Celsius, memecahkan rekor untuk gabungan pembacaan siang dan malam. Paparan suhu ekstrem di atas 40 derajat Celsius yang berlangsung lama sangat berbahaya bagi kesehatan. Tubuh manusia yang terpapar panas ekstrem dapat mengalami dehidrasi berat, kelelahan akibat panas, hingga kondisi paling serius yaitu heat stroke.

Imbauan untuk Masyarakat

Ketika heat stroke terjadi, tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara alami, sehingga suhu inti tubuh dapat meningkat drastis dalam waktu singkat, berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan organ vital lainnya. Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, untuk tetap berada di dalam ruangan, menjaga hidrasi dengan cukup minum air, serta memanfaatkan alat pendingin untuk mengurangi risiko fatal akibat cuaca ekstrem ini.

Gelombang panas ini tidak hanya berdampak di Prancis, tetapi juga mulai meluas ke wilayah Italia dan Spanyol.

// Artikel Terkait