Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Kebiasaan Makan yang Sering Diabaikan dan Berbahaya bagi Kesehatan Lambung

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan makan sehari-hari dapat berdampak negatif pada kesehatan lambung, bukan hanya makanan pedas atau asam.

R
Rangga Wijaya Kusuma
12 July 2026 67 pembaca
Ilustrasi makan (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhotoTalk)
Ilustrasi makan (Foto: Getty Images/iStockphoto/PhotoTalk)

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa gangguan lambung hanya disebabkan oleh makanan pedas atau asam. Namun, kebiasaan makan yang tampak sepele juga dapat memengaruhi proses pencernaan. Dr. Duong Thi Phuong, seorang dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, menjelaskan bahwa lambung memiliki hubungan yang erat dengan sistem saraf.

Kondisi emosional, stres, dan perilaku makan dapat berpengaruh langsung terhadap proses pencernaan. "Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan," ungkap dr. Phuong.

Kebiasaan Makan yang Merugikan

Ada beberapa kebiasaan makan yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan lambung. Pertama, makan dengan cepat atau saat terdistraksi. Seseorang yang terburu-buru atau makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti bekerja atau bermain ponsel, dapat mengganggu proses pencernaan. Hal ini dapat menghambat produksi asam lambung dan enzim pencernaan. Makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik juga memberikan tekanan tambahan pada perut, memaksanya bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Dr. Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah antara 20 hingga 50 kali sebelum ditelan, dengan waktu makan ideal sekitar 20-30 menit agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

Waktu Makan yang Tidak Tepat

Kedua, kebiasaan makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat membebani lambung. Proses pencernaan memerlukan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, lambung belum sepenuhnya mengosongkan isinya, sehingga asam lambung bisa lebih mudah naik ke kerongkongan. Hal ini meningkatkan risiko refluks asam dan dapat mengganggu kualitas tidur.

Minum Saat Makan

Ketiga, banyak orang berpikir bahwa minum banyak saat makan akan membantu proses pencernaan. Namun, konsumsi cairan yang berlebihan justru dapat mengencerkan asam lambung, sehingga proses pencernaan menjadi kurang efisien. Selain itu, lambung yang dipenuhi makanan dan cairan dalam jumlah besar harus bekerja lebih keras untuk mencampur dan mengolah semua isinya. Dokter menyarankan agar total cairan saat makan, termasuk sup, tidak lebih dari 200 mililiter, dengan jumlah ideal berkisar antara 50-100 mililiter.

// Artikel Terkait