Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Picu ISPA pada Ratusan Warga Tangerang

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin, Mauk, menyebabkan ratusan warga mengalami gangguan pernapasan. Dinas Kesehatan setempat meningkatkan jumlah tenaga medis untuk menangani situasi ini.

S
Salsabila Nur Azzahra
06 July 2026 67 pembaca
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

Jakarta - Kebakaran besar yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, telah menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya. Ratusan warga dilaporkan mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa dari ratusan warga yang menunjukkan gejala, saat ini hanya tersisa 22 orang yang memerlukan penanganan medis secara berkala. "Ya, sebelumnya ada 100-an, jadi sekarang sudah turun jadi 22 jiwa yang masih ISPA. Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas terus bergerak secara door to door mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mengungsi ke posko untuk diperiksa," jelasnya.

Evakuasi dan Penanganan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mendirikan dua posko kedaruratan sebagai tempat pengungsian sementara. Posko pertama berada di Kantor Desa Tanjakan Mekar, sedangkan posko kedua terletak di Desa Rajeg Mulya. Ratusan warga sempat dievakuasi ke posko tersebut oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri. Meskipun banyak warga telah kembali ke rumah setelah mengungsi satu hingga dua malam, pemantauan kesehatan tetap dilakukan secara ketat.

Menurut data yang ada, sekitar 154 warga mengeluhkan masalah pernapasan, namun intervensi medis yang cepat berhasil menurunkan jumlah pasien aktif menjadi puluhan orang. "Kalau total yang berobat itu, semua pelayanan itu, mungkin sekarang ini kemarin ada 154 hingga 200 jiwa warga ditangani," ungkap Hendra Tarmizi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Pencegahan Pneumonia

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kini berupaya mencegah agar gejala ISPA yang dialami warga tidak berkembang menjadi pneumonia. Penyakit ini sangat berisiko, terutama bagi balita dan lansia. Hendra menambahkan bahwa pihaknya kini menyiagakan hingga 50 tenaga medis, meningkat dari belasan personel sebelumnya, untuk mendukung pelayanan di posko darurat.

Warga juga diimbau untuk menghindari paparan asap dari kebakaran. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, mereka diwajibkan menggunakan masker pelindung untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan yang lebih serius.

// Artikel Terkait