Jakarta - Beberapa anak mungkin tidak dapat mengonsumsi susu sapi karena alergi. Namun, hal ini tidak menghalangi mereka untuk mendapatkan nutrisi yang diperlukan. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah susu soya yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Pertanyaannya, kapan orang tua sebaiknya mengganti susu sapi dengan susu soya?
Identifikasi Alergi Susu Sapi
Dokter spesialis anak, dr Kanya Ayu, SpA, menjelaskan bahwa sebelum memberikan susu soya, penting untuk memastikan bahwa anak benar-benar mengalami alergi terhadap susu sapi. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menghentikan konsumsi susu sapi jika anak menunjukkan reaksi alergi setelah mengonsumsinya. Jika kondisi anak membaik setelah dua minggu tanpa susu sapi, maka orang tua dapat mencoba memberikan susu sapi kembali.
“Oke pertama dihilangkan dulu 2 minggu untuk dieliminasi lalu kita lihat selama dihilangkan dua minggu ada perbaikan tidak kondisinya?” ujar dr Kanya dalam acara Talkshow Early Life Nutrition - Next Gen(Re) Parenting oleh Morinaga di Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Jika setelah dicoba kembali muncul gejala yang sama, maka dapat dipastikan bahwa anak tersebut alergi terhadap susu sapi.
Pemberian Susu Soya Sebagai Alternatif
Setelah menghentikan susu sapi, disarankan untuk tidak memberikannya lagi selama enam bulan. Selama periode tersebut, susu soya yang telah diformulasikan bisa diberikan jika tidak ada masalah dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dr Kanya mengingatkan bahwa susu soya yang diberikan haruslah yang telah diformulasikan secara khusus.
“Salah satu pilihannya adalah soya karena lebih mudah didapatkan secara biaya lebih terjangkau juga dan bisa menjadi alternatif, lalu coba aja kita lihat responnya, misalnya oh ternyata cocok ya udah lanjutkan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa susu soya yang dimaksud adalah susu formula soya, bukan sekadar susu kedelai biasa, karena susu formula soya sudah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai dengan usianya.
Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika masih ada keluhan atau kebingungan dalam memilih produk yang tepat untuk anak mereka.