Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Kaitan Menarik Antara Kebiasaan Minum Kopi dan Kesehatan Usus

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat memengaruhi komposisi mikroba di usus, dengan peningkatan jumlah bakteri tertentu pada peminum kopi.

N
Naufal Akbar Abdila
16 May 2026 3 pembaca
Kaitan Menarik Antara Kebiasaan Minum Kopi dan Kesehatan Usus
Minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Parichart Thongmee

Jakarta - Banyak orang memulai harinya dengan menikmati secangkir kopi. Minuman ini tidak hanya memberikan berbagai manfaat kesehatan, tetapi juga menyimpan fakta menarik mengenai hubungannya dengan bakteri di dalam usus. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature mengungkapkan bahwa dari analisis terhadap puluhan ribu sampel tinja, peminum kopi cenderung memiliki kadar bakteri tertentu yang lebih tinggi. Uji laboratorium menunjukkan bahwa kopi dapat mendukung pertumbuhan bakteri tersebut.

Para peneliti melakukan analisis terhadap data diet yang mendetail dari 22.867 individu di Amerika Serikat dan Inggris, kemudian membandingkannya dengan kumpulan data mikrobioma publik yang mencakup 54.198 sampel. Hubungan antara konsumsi kopi dan perubahan mikrobioma usus terus muncul dalam berbagai kelompok penelitian.

Penemuan Menarik Mengenai Bakteri Usus

Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah bakteri usus yang dikenal sebagai Lawsonibacter asaccharolyticus, yang pertama kali diisolasi pada tahun 2018. Dalam beberapa kelompok penelitian, jumlah bakteri ini tercatat sekitar 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi pada individu yang rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah besar, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali. Bakteri ini juga ditemukan dalam jumlah yang lebih banyak pada peminum kopi dengan asupan sedang.

Menariknya, pola ini tidak hanya dipicu oleh kafein. Ketika tim peneliti menganalisis asupan kopi tanpa kafein pada subkelompok tertentu, bakteri yang sama masih terdeteksi bersamaan dengan kopi. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan ada senyawa lain dalam kopi yang berperan.

Hubungan Kimia dan Mikroba

Dalam penelitian laboratorium, tim peneliti berhasil menumbuhkan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus dengan menambahkan kopi ke dalam makanannya. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri tersebut tumbuh lebih baik pada beberapa konsentrasi kopi, termasuk kopi tanpa kafein. Untuk menjelaskan hubungan ini secara kimiawi, para peneliti juga menganalisis sampel darah dari kelompok peserta yang lebih kecil untuk mencari metabolit, yaitu molekul kecil yang terbentuk saat tubuh dan mikroba memproses makanan. Salah satu senyawa yang ditemukan adalah asam quinic, yang memiliki hubungan kuat dengan konsumsi kopi dan keberadaan bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus.

Penelitian ini sejalan dengan eksperimen sebelumnya yang menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi dapat diubah oleh mikrobioma usus, yang pada gilirannya memengaruhi jenis bakteri yang berkembang. Meskipun demikian, hasil studi ini tidak berarti bahwa kopi dapat dianggap sebagai obat. Penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kopi, bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus, dan senyawa kimia dalam darah.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan apakah peningkatan jumlah bakteri tersebut dapat memperbaiki kesehatan atau apakah memulai kebiasaan minum kopi akan memberikan manfaat bagi mereka yang sebelumnya menghindari minuman ini. Namun, bagi banyak orang, penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai kebiasaan minum kopi setiap pagi, yang tidak hanya berfungsi untuk mengusir rasa kantuk, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh dari dalam.

// Artikel Terkait