Presiden Joko Widodo, yang merupakan presiden ke-7 Republik Indonesia, menginstruksikan kepada seluruh anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat desa sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Ia menyatakan bahwa kekuatan partai tidak hanya bergantung pada pengurus di tingkat pusat, tetapi juga pada keberadaan struktur yang aktif di tingkat bawah.
Dalam pertemuan dengan kader PSI di Bandar Lampung, Jokowi memberikan apresiasi terhadap perkembangan struktur partai di Provinsi Lampung. Ia mengungkapkan bahwa kepengurusan PSI di daerah tersebut telah mencapai tingkat desa dan kelurahan dengan persentase sekitar 92 persen. "Kenapa saya datang ke Lampung? Salah satunya adalah itu. Di Provinsi Lampung, sampai tingkat ranting sudah di atas 90 persen. Ini akan menjadi sebuah mesin besar, sebuah mesin partai yang kuat," ujar Jokowi dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Bandar Lampung pada hari Sabtu, 27 Juni.
Pentingnya Keterlibatan Kader di Masyarakat
Jokowi menekankan bahwa struktur organisasi tidak boleh hanya ada di atas kertas. Ia menegaskan bahwa mesin partai harus aktif dan bekerja di tengah masyarakat. Ia mengingatkan para kader, terutama yang berada di tingkat kecamatan dan ranting, untuk membangun hubungan sosial dengan warga. Kader didorong untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti melayat, menghadiri pernikahan, serta mengikuti kegiatan keagamaan seperti tahlilan dan yasinan.
Strategi Meningkatkan Pengenalan PSI
Selain itu, Jokowi juga meminta kader PSI untuk memperkenalkan partai kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama agar keberadaan PSI semakin dikenal oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI masih perlu ditingkatkan, dengan hanya sekitar 78 persen yang mengenal partai tersebut, sementara yang mengetahui logo gajah sebagai identitas partai hanya sekitar 48 persen. "Oleh sebab itu dikenalkan pada masyarakat, pada para tokoh bahwa PSI itu logonya gajah," tambahnya.
Jokowi juga menegaskan bahwa target politik PSI pada Pemilu 2029 bukan hanya sekadar lolos ke parlemen. Ia percaya bahwa peluang PSI untuk masuk Senayan cukup besar jika seluruh struktur partai bekerja secara maksimal. Namun, ia menekankan bahwa partai memiliki target yang lebih ambisius, meskipun tidak diungkapkan secara rinci karena bersifat internal. "Kalau targetnya hanya masuk Senayan, saya yakin masuk. Tetapi target yang kita bidik adalah target besar. Karena itu mesinnya juga harus menjadi mesin yang besar dan kuat," jelasnya.
Di akhir arahannya, Jokowi mengajak seluruh kader untuk bekerja keras dan menghidupkan struktur partai hingga tingkat bawah. Ia optimis bahwa jika seluruh mesin partai bergerak aktif di tengah masyarakat, PSI berpeluang menjadi salah satu partai besar pada Pemilu 2029.